Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Hindari sweeping dan bentrok, ojek online di Depok tak pakai seragam

Hindari sweeping dan bentrok, ojek online di Depok tak pakai seragam Driver GrabBike demo. ©2017 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Buntut dari demo angkutan kota, hampir terjadi bentrok antara sopir angkot dan ojek online di Jembatan Panus, Sukmajaya, Depok. Sebab, saat sejumlah sopir angkot mengajak sopir lain untuk mogok beroperasi, namun tak jauh dari tempat pengemudi ojek online dari berbagai aplikasi juga berkumpul.

"Tadi isunya ada sweeping dari angkot ke ojek online. Imbas aksi di Bogor semalam. Makanya tadi pas bawa penumpang saya langsung muter lagi," kata Edi Junaidi (22), driver ojek online, Selasa (21/3).

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, dia dan teman-temannya terus memantau titik-titik rawan untuk dilalui ojek online. Tak hanya itu, mereka juga berinisiatif untuk melepas jaket dan atribut ojek online.

"Kami antisipasi. Salah satunya tidak menggunakan atribut ojek online, seperti jaket dan helm. Di pesan grup juga kami saling bertukar informasi. Kami berharap bisa saling toleransi antara angkot dan ojek online. Kami sejauh ini selalu mengikuti peraturan, seperti tidak mengambil penumpang di dalam stasiun. Semoga nggak ada lagi kayak begini," kata Edi.

Ketakutan juga dirasakan pengguna jasa ojek online. Nur Komala, salah satu pelanggan ojek online mengaku sempat khawatir saat hendak naik ojek online hari ini.

"Saya tadi sempat ragu. Tapi saya tanya-tanya teman katanya nggak masalah," katanya.

Dia pun mengaku lega sudah sampai di tujuan dengan selamat. Di tengah jalan dia sempat resah karena khawatir tiba-tiba ada sweeping ojek online.

"Sempat lihat kanan kiri tadi di jalan. Ternyata masih banyak juga yang beroperasi. Alhamdulillah sudah sampai sekarang," tukasnya.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP