Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Hindari polemik, konser Dream Theater dipindah dari Candi Prambanan

Hindari polemik, konser Dream Theater dipindah dari Candi Prambanan Kenny G di Prambanan Jazz Festival. ©2015 merdeka.com/kresna

Merdeka.com - Konser Jogjarockarta yang semula akan digelar di Candi Prambanan pada 29-30 September dipindahkan ke Stadion Kridosono, Kota Yogyakarta. Pemindahan lokasi penyelenggaraan konser yang akan menampilkan Dream Theater ini dilakukan setelah mengakomodir masukan dari masyarakat.

CEO Rajawali Communication Indonesia, Anas Syahrul Alimi menyampaikan pemindahan lokasi hajatan Jogjarockarta ini untuk menghindari polemik yang berkembang di masyarakat. Padahal, persiapan konser musik rock ini sudah 70 persen.

"Kami mendengarkan masukan-masukan dari berbagai pihak. Akhirnya lokasi konser pun kami pindahkan untuk menghindari polemik di masyarakat," ungkap Anas, Kamis (28/9).

Dia tak menampik adanya keberatan dari pihak penonton yang mengidamkan menyaksikan konser rock di antara keindahan Candi Prambanan. Meskipun demikian, Anas mengakui siap menerima keluhan dan kritikan tersebut.

"Pemindahan tempat ini terus kita komunikasikan ke para pembeli tiket. Lewat website, media sosial, email maupun sms blast kami coba komunikasikan pemindahan ini pada penonton," jelasnya.

Anas menerangkan pemindahan lokasi konser tidak mendapatkan keberatan dari pihak Dream Theater. Band-band lainnya yang juga akan terlibat Jogjarockarta, lanjut Anas, juga tak memermasalahkan pemindahan lokasi konser.

"Tak ada yang berubah dengan konsep acaranya. Ukuran panggung pun juga tak berubah. Spesifikasinya sama semua dengan rencana di Prambanan," papar Anas.

Sebelumnya, sempat beredar surat dari ikatan arkeolog Indonesia yang memprotes penyelenggaraan konser dengan alasan Prambanan memiliki nilai kesucian bagi umat Hindu. Sehingga disarankan agar pihak penyelenggara menghormati itu.

Alasan lain, berdasar kajian tim balai konservasi Borobudur, bahwa tingkat kebisingan saat konser Jazz beberapa waktu lalu sudah melebihi ambang batas di atas 60dB. Tingkat getaran 0,04 mm/detik. Padahal ambang batas getaran bangunan kuno atau bersejarah hanya sebesar 2 mm/detik yang dapat merusak struktur ikatan batu-batu candi. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP