Hidayat Nur Wahid mengutuk aksi terorisme di Madinah dan Solo
Merdeka.com - Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid mengutuk aksi teror bom bunuh diri di dekat Masjid Nabawi di Madinah serta Masjid Qatif, Arab Saudi. Bahkan, aksi serupa yang terjadi di Mapolres Surakarta, Jawa Tengah sehingga menyebabkan satu polisi luka-luka.
Hidayat mengungkapkan, aksi tersebut menunjukkan bahwa Islam bukanlah latar belakang aksi bom bunuh diri sebagai banyak ditudingkan selama ini. Sebab umat Islam merupakan korban.
"Ini menjadi bukti bahwa ternyata Islam dan umat Islam lah korban bom dan terorisme. Di Istanbul, di Jeddah, Madinah, di Baghdad, di Dhaka, di Malaysia, dan kemarin di Solo," kata Hidayat di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (6/7).
Politisi PKS tersebut menyebutkan, aksi bom bunuh diri tidak sejalan dengan prinsip Bulan Ramadan. Sebab bulan kemenangan ini menunjukkan adanya pencerahan terhadap orang-orang, sehingga menjadi terdidik dan maju.
"Ini sudah umat Islam enggak menang, kemudian melakukan teror, menurut saya ini menciderai Ramadan, apalagi berkaitan dengan Madinah, ini benar-benar dikutuk," terangnya.
Hidayat mengungkapkan, ancaman teror bom bunuh diri di Madinah merupakan kali pertama terjadi. Dia menilai aksi tersebut ingin melakukan pemusnahan terhadap umat muslim.
"Ini artinya ingin mematikan Islam yang mencerahkan itu. Sekali lagi, bom di Madinah sangat kita kutuk, karena itu ingin menghancurkan Islam dan itu menjadi bukti bahwa Islam bukanlah teroris. Kita harap pelaku dibongkar sampai akar-akarnya," tutupnya.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya