Hewan kurban dijual di Jabar dijamin bebas Anthrax
Merdeka.com - Sepekan jelang Idul Adha, Dinas Peternakan Jawa Barat menyatakan tidak menemukan hewan kurban terjangkit virus Anthrax. Mereka mencatat kali terakhir ada hewan kurban terpapar virus Anthrax pada 2008 di Kabupaten Bogor.
"Alhamdulillah, sejak 2009 sampai saat ini tidak pernah ditemukan lagi kasus positif Anthrax pada hewan di Jabar," kata Kepala Dinas Peternakan Jabar, Dody Firman Nugraha, di Bandung, Sabtu (19/9).
Meski demikian, lanjut Dody, ancaman munculnya penyakit ini tetap ada karena peningkatan lalu lintas ternak pada momen Idul Adha akan memunculkan resiko penyakit hewan menular. Selain Bogor yang pernah dijangkiti penyakit itu, ada beberapa daerah tergolong endemik Anthrax seperti Bogor, Depok, Karawang, Bekasi, dan Subang.
Dody menambahkan, pemeriksaan hewan kurban di tingkat kabupaten/kota di Jabar sudah dimulai sejak H-12 hingga H+3. Langkah itu dilakukan guna mengantisipasi adanya penyakit itu. Sedangkan sosialisasi dan bimbingan teknis atau pelatihan pemotongan hewan kurban telah dilaksanakan sejak H-30.
Dody juga membentuk Tim Pemeriksa Hewan Kurban, terdiri dari petugas Disnak Jabar dan kabupaten/kota, serta dari Persatuan Dokter Hewan Indonesia Jabar I. "Jumlah petugas yang disebar mencapai 500 orang," lanjut Dody.
Pihaknya berupaya menjamin ketentraman umat Islam akan berkurban dengan melakukan antisipasi melalui pemeriksaan kesehatan hewan dan daging kurban. (mdk/ary)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya