Hendi Pantau Langsung Distribusi Bantuan Di Kota Semarang
Merdeka.com - Paket bantuan sosial untuk masyarakat Ibu Kota Jawa Tengah dari Pemerintah Kota Semarang telah mulai didistribusikan sejak hari Jumat, 8 Mei 2020. Secara berturut-turut droping bantuan ke 16 kecamatan akan dilakukan hingga Minggu 17 Mei 2020.
Pada hari pertama distribusi bantuan dilakukan ke Kecamatan Mijen dan Ngaliyan, pada 9 Mei 2020 ke Tugu dan Semarang Selatan, pada hari 10 Mei 2020 ke Gajamungkur dan Candisari, pada 11 Mei 2020 ke Semarang Timur dan Tengah, pada 12 Mei 2020 ke Semarang Barat dan Genuk, pada 13 Mei ke Pedurungan dan Gayamsari, pada 14 Mei 2020 ke Banyumanik dan Tembalang, pada 16 Mei 2020 ke Gununugpati, lalu baru pada 17 Mei 2020 ke Semarang Utara.
Sebagai informasi, jadwal yang ditetapkan tersebut merupakan jadwal dropping bantuan dari tingkat Kota ke tingkat Kecamatan, sehingga dimungkinkan ada perbedaan hari hingga terdistribusi ke masyarakat langsung. Namun meskipun begitu Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi tetap berharap jika bantuan bisa segera sampai ke masyarakat setelah didistribusikan ke kecamatan.
Untuk itulah Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi tersebut merasa perlu mengawal secara langsung penyaluran bantuan. Hal ini seperti yang terlihat saat dirinya menyambangi wilayah RW 4, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Candisari, Senin (11/5).
Di samping mendorong agar paket bantuan sosial lebih cepat terdistribusi, Hendi juga berharap kasus penyaluran bantuan yang diduga tidak tepat sasaran dapat diminimalisir. "Intinya dalam penyaluran ini tidak boleh duplikasi dengan penerima bantuan dari lainnya, seperti dari pak Presiden, dari Kemensos RI, maupun dari Prov Jateng," ungkap Wali Kota Semarang tersebut.
"Maka yang harus dicermati dalam distribusi bantuan di bulan Mei ini, penerima bantuan belum pernah menerima bantuan sebelumnya. Jika yang lapis bawah sudah mendapatkan semua, maka coverage penyaluran bantuannya naik ke lapisan atasnya," tegas Hendi.
Adapun guna menghindari duplikasi penerima, pihak kecamatan juga berupaya dengan melakukan pendataan by name by address, yang kemudian data penerima ditempel di masing-masing RW. Dengan demikian, diharapkan warga dapat ikut memantau serta memastikan proses penyaluran bantuan lebih transparan.
"Kalau sudah begini, pesan saya kepada petugas di Kecamatan, Kelurahan, dan seterusnya, bisa lebih komunikatif menerangkan kepada warga, terkait prosedur penyaluran bantuan," tandas Hendi.
"Saya berharap petugas dapat lebih bersabar bila nanti menemukan kendala atau protes dari warga. Semoga dapat menambah amalan puasa," tambahnya.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya