Hendak jumpa suami yang diculik, NA malah diperkosa

    Reporter : Yan Muhardiansyah | Rabu, 8 Mei 2013 10:57

    Hendak jumpa suami yang diculik, NA malah diperkosa
    ilustrasi pencabulan. ©2013 Merdeka.com

    Merdeka.com - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Medan mengungkap kasus penculikan di kawasan Tembung, Rabu (8/5) dini hari. Empat tersangka berhasil ditangkap, seorang di antaranya diduga memerkosa istri korban.


    Tim Unit Vice Control Satreskrim Polresta Medan berhasil membebaskan Furkan Nurdin (36) dari sekapan para penculiknya. Warga Kompleks Pantai Sijambu, Besitang, Langkat ini ditemukan dalam keadaan terikat dengan tali dan lakban di dalam kamar rumah seorang pelaku. Di wajah dan tubuhnya ditemukan luka memar bekas pukulan dan sundutan rokok.

    Empat pelaku yang ditangkap masing-masing Deni Syahputra Lubis (36), warga Jalan Karya Pelita Tembung; Ridwan (43), warga Jalan Ambai, Medan; Iwan Setiawan (43), warga Jalan Karya Pelita Tembung; dan Izra'i (36), warga Jalan Pimpinan, Medan.

    Deni ditangkap di Penginapan Citra, Jalan Aksara Medan. Iwan dan Izra'i ditangkap di lokasi penyekapan korban, sedangkan Ridwan ditangkap di rumahnya. Selain tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti berupa 2 unit hp dan slip bukti transfer uang.

    Kasus penculikan ini terungkap setelah kerabat korban mengadu ke Polresta Medan. "Sebelumnya pelaku meminta tebusan Rp 20 juta, namun baru dibayar korban Rp 11 juta," jelas Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Medan Kompol M Yoris Marzuki.

    Furkan diculik dari kawasan Pasar Diski, Jalan Medan-Binjai Km 13,75, Medan, Senin (6/5). Dia dibawa dengan mobil Daihatsu Xenia kemudian diikat dan disekap di rumah salah satu pelaku di Tembung. Pelaku juga memukuli dan menyundutnya dengan rokok.

    Tersangka Deni kemudian menghubungi NA (23), istri korban dan meminta tebusan Rp 20 juta. "Saya sudah transfer Rp 11 juta. Dia mau menjumpakan saya dengan suami saya di hotel," katanya.

    NA dan Deni kemudian berjumpa di Penginapan Citra di Jalan Aksara, Medan. "Di sana saya diperkosa dua kali. Dia mengancam pakai pisau dan bilang akan membunuh suami saya jika saya menolak," aku NA.

    Namun, tudingan pemerkosaan ini dibantah Deni. Dia berdalih hanya mengantarkan NA ke penginapan karena perempuan itu tak tahu mau ke mana. "Memang saya yang bayar penginapannya Rp 120 ribu, tapi saya nggak ngapa-ngapain. Saya langsung pulang," aku Deni.

    Bukan itu saja, Deni juga menyatakan mereka melakukan penculikan karena Furkan berutang Rp 20 juta kepadanya. Dia bahkan menyatakan uang itu diserahkannya kepada Furkan karena dijanjikan akan mendapat 1 ons sabu-sabu. Tapi, narkoba itu tak kunjung diberikan.

    Deni juga mengaku sudah dua kali membeli sabu-sabu kepada Furkan. "Ini mau yang ketiga," tudingnya.

    Namun, Furkan membantah tudingan Deni. Dia mengaku tidak berutang dan tidak berbisnis sabu-sabu.

    Pengakuan para korban dan tersangka masih ditelusuri polisi. Mereka mendalami kasus pemerkosaan terhadap istri korban maupun bisnis narkoba yang dituduhkan tersangka kepada korban. "Semua masih kita kembangkan. Pemerkosaannya masih kita selidiki. Terkait tudingan bisnis narkobanya sedang kita koordinasikan dengan Satuan Reserse Narkoba," jelas Yoris.

    Sejauh ini, keempat pelaku penculikan dijerat dengan Pasal 333 ayat 1 dan 2 KUHP. "Ancamannya 8 tahun penjara," pungkas Yoris.

    [tyo]

    Rekomendasi Pilihan

    KUMPULAN BERITA
    # Pemerkosaan# Penculikan

    Komentar Anda



    BE SMART, READ MORE