Hatta Rajasa dan Mahfud MD melayat ke rumah Husni Kamil Manik
Merdeka.com - Rumah Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Almarhum Husni Kamil Manik di Jalan Siaga Raya Nomor 23A, Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, terus didatangi sejumlah pejabat dan tokoh nasional sejak kemarin malam.
Adapun mereka yang datang pada Jumat (8/7), di antaranya adalah semua komisioner KPU, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshiddiqie, Mantan Ketua MK Mahfud MD, Seskab Teten Masduki.
Selain itu, tampak pula mantan menteri koordinator bidang Perekonomian yang juga mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional Hatta Rajasa, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan.
Kemudian Ketua Bawaslu, Muhammad beserta sejumlah komisioner Bawaslu. Anggota DPR dari PKS Almuzammil Yusuf, dan peneliti senior LIPI Siti Zuhro.
Jenazah Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Husni Kamil Manik menurut rencana akan dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Jeruk Purut, Jakarta Selatan, pada Jumat (7/7) siang.
"Jenazah almarhum tidak jadi disemayamkan di Kantor KPU Pusat Jakarta," kata Komisioner Ferry Kurnia Rizkiyansyah di rumah duka Jalan Siaga Raya Nomor 23A Pejaten Jakarta Selatan, Jumat (7/7)
Menurut Ferry, upacara penghormatan terakhir kepada jenazah koleganya itu akan dilangsungkan di rumah duka pada pukul 10.00 hingga 10.15 WIB. Jenazah kemudian dibawa ke Masjid Polri Pejaten untuk disalatkan setelah ibadah Salat Jumat, yang selanjutnya akan diberangkatkan ke TPU Jeruk Purut untuk dimakamkan.
Terpisah sahabat Husni Kamil Manik, Zulkarnaen mengatakan, almarhum meninggalkan tiga orang anak dengan usia anak paling besar duduk di kelas 6 sekolah dasar. Menurut Zulkarnaen, Husni masuk rumah sakit pada Rabu (6/7) dini hari ke Rumah Sakit Siaga, lalu pindah ke Rumah Sakit Pusat Pertamina.
"Meninggalnya dengan mudah pukul 21.00 WIB," kata Zulkarnaen.
Zulkarnaen mengatakan, Husni sempat memiliki pesan buat KPU yang disampaikan kepadanya. Menurut dia, Husni meminta untuk dilakukan reformasi birokrasi.
"Pesan terakhir untuk KPU adalah untuk lakukan reformasi birokrasi," kata Zulkarnaen.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya