Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Hati-Hati Terapkan Kembali PTM, Pemkot Tangsel Cermati Penularan Covid-19

Hati-Hati Terapkan Kembali PTM, Pemkot Tangsel Cermati Penularan Covid-19 Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) sangat berhati-hati sebelum menerapkan kembali pembelajaran tatap muka (PTM) di tengah lonjakan kasus Covid-19. Mereka belum membuat keputusan terbaru meski pembelajaran jarak jauh (PJJ) rencananya berakhir Jumat (18/2).

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie telah meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) untuk berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Satgas Covid-19, sebelum penetapan PTM kembali di sekolah.

"Saya sudah perintahkan Dinas Pendidikan untuk melakukan rapat teknis dengan Dinas Kesehatan dan Satgas Covid -19, untuk mencermati angka terakhir berapa. Ada dua pencermatannya, pertama penularan di masyarakat dan kedua di sekolah," jelas Benyamin.

Pertimbangkan Jumlah Kasus dan Level PPKM

Dia menerangkan, angka kasus positif covid-19 di kalangan siswa sekolah di Tangsel sempat mencapai 500 kasus. Angkanya kemudian turun menjadi 300 kasus. Tingginya kasus di sekolah ini memaksa pembelajaran jarak jauh (PJJ) kembali diberlakukan sejak Senin (7/2) kemarin.

"Sekarang berapa, kalau angka sudah kecil silakan PTM lagi, dengan catatan tidak 100 persen mungkin 50 atau 70 persen disesuaikan dengan kondisi Covidnya," terang dia.

Selain itu, penyesuaian pelaksanaan PTM juga mesti dilakukan dengan memerhatikan level PPKM yang diterapkan di Tangsel. Sebab, kata Benyamin, dari data terakhir 300 siswa positif Covid-19 itu, umumnya tertular dari transmisi keluarga.

"Disesuaikan juga dengan leveling (PPKM) kita, ini harus diperhatikan. Karena di sekolah sudah dilakukan prokes, tapi mengantarkan dan menjemput itu terjadi kerumunan. Karena dari data yang saya dapatkan, semua yang terpapar covid itu dari klaster keluarga, dan klaster keluarga itu semua dari klaster kerumunan," ungkap Benyamin.

Dengan begitu, Pemkot Tangsel akan sangat hati-hati dalam penetapan pelaksanaan PTM kembali, agar lonjakan kasus positif Ccovid-19 bisa dikendalikan.

"Makanya saya mengambil sikap konservatif saja, saya hati-hati sajalah," tutupnya.

(mdk/yan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP