Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Hashtag #TolakBudiGunawan mulai ramaikan media sosial

Hashtag #TolakBudiGunawan mulai ramaikan media sosial Komjen Budi Gunawan. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Penolakan terhadap pencalonan Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri semakin menguat. Kamis kemarin, sejumlah relawan 'salam 2 jari' yang mendukung Presiden Joko Widodo mendatangi Istana Negara untuk menyampaikan penolakan terhadap pencalonan tersebut.

Penolakan terhadap pencalonan Budi Gunawan juga terjadi di media sosial. Di Twitter, hashtag #TolakBudiGunawan mulai banyak digunakan.

"Susah amat nyari polisi yg jujur d republik ini :( @PartaiSocmed #kapolribersih #TolakBudiGunawan #ShameOnYouJokowi," tulis akun @shiwie6, Jumat (16/1).

"Masyarakat menginginkan Kapolri yang bersih dan terbebas dari kasus hukum. Bukankah begitu @BEMPNJ #TolakBudiGunawan," cuit @syifastina.

"Dear pak @jokowi_do2 : lbh baik diinterpelasi DPR krn batalkan BG daripada permalukan RI krn lantik tsk koruptor #TolakBG #TolakBudiGunawan," tulis @HariyadiSaja.

"Kita tunggu apakah Jokowi dan pembisiknya cukup lihai keluar dari jebakan yang dibuatnya sendiri.. #TolakBudiGunawan," ujar akun @yusdiusman.

Sebelumnya, dalam rapat paripurna DPR akhirnya menyetujui Komjen Pol Budi Gunawan sebagai Kapolri. Hal itu diputuskan setelah rapat sempat ditunda 10 menit untuk lobi.

"Rapat paripurna menyetujui laporan komisi III untuk Komjen Budi Gunawan menjadi Kapolri kecuali Fraksi Demokrat dan Fraksi PAN memberikan catatan untuk pimpinan DPR konsultasi dengan Presiden," kata Pimpinan rapat Taufik Kurniawan dalam rapat di gedung DPR Senayan Jakarta, Kamis (15/1).

Dia pun meminta persetujuan semua fraksi di DPR. Keputusan tersebut pun disetujui semua fraksi.

(mdk/tts)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP