Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Harusnya aktivis HMI malu kalau ingat Lafran Pane

Harusnya aktivis HMI malu kalau ingat Lafran Pane Lafran Pane. ©wikipedia.com

Merdeka.com - Kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ke-29 di Pekanbaru, Riau jadi sorotan gara-gara kader dan anggotanya membuat resah warga. Mulai makan tidak bayar hingga bikin rusuh di Pekanbaru.

Agaknya para aktivis itu lupa pada sosok Lafran Pane, salah satu tokoh pendiri HMI. Walau perannya sangat besar, Lafran Pane menolak untuk disebut satu-satunya pendiri HMI. Sosoknya memang sangat rendah hati.

Dia ingin membangun organisasi atas dasar Islam. Mahasiswa dapat mengaktualisasikan diri tanpa meninggalkan tradisi keagamaan yang dipegang teguh.

Lahir di Padangsidempuan, 5 Februari 1922, Lafran dikenal sosok yang sederhana, santun dan selalu merasa cukup di tengah kekurangan. Dia memiliki intelegensi yang tinggi dan keteguhan hati. Selain itu, ia merupakan sosok yang sangat terbuka bila dikritik dengan melakukan dialog.

Lafran tetap menggunakan sepeda ontel walau sudah bergelar profesor dan guru besar. Disindir mahasiswanya yang naik motor, dia tersenyum saja.

Saat para junior melihat sofa yang sudah lusuh di rumah Lafran, mereka berniat menggantinya dengan sofa baru. Namun Lafran hanya tersenyum dan menggelang.

"Tidak usah, ini sudah cukup bagi saya," katanya.

Lafran juga sering diundang mengisi materi di HMI. Banyak kader muda HMI yang tak kenal dan malah melarangnya masuk. Dia tak marah, santai saja duduk di kursi belakang. Tak protes, tak menyombongkan diri, apalagi sampai merusak barang orang lain.

Sayang, tak banyak kader HMI yang meneladaninya.

(mdk/ian)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP