Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Hartati bagikan ayam bakar dan telur rebus di KPK

Hartati bagikan ayam bakar dan telur rebus di KPK menu makanan yang diberikan oleh Hartati. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Pengusaha dan tersangka kasus suap Buol Siti Hartati Murdaya kerap berderma saban menjalani pemeriksaan di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia selalu menyediakan makanan berupa nasi kotak kepada wartawan.

Dari pantauan merdeka.com di Gedung KPK, Rabu (12/9) siang, beberapa orang suruhan istri pengusaha Murdaya Poo itu bolak-balik membawakan nasi kotak ke ruang wartawan.

Tidak menunggu lama, beberapa jurnalis langsung mengambil nasi kotak itu satu-persatu. Menunya adalah nasi putih, ayam bakar, telur rebus, sambal, dan sayur. Tetapi, ada juga yang tidak mau menyantapnya. "Lumayan lah, rezeki," kata salah satu pewarta yang enggan disebut namanya.

Tidak hanya kali ini Hartati Murdaya menebar nasi kotak buat para pewarta. Sebelumnya, saat diperiksa dua kali sebagai saksi, dia memberikan nasi bungkus dengan menu masakan padang dan nasi kotak menu makanan Jepang.

Hartati akhirnya memenuhi janjinya datang ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pagi ini. Istri pengusaha Murdaya Poo itu datang menumpang mobil ambulans dan menggunakan kursi roda. Dia didampingi kuasa hukumnya Tumbur Simanjuntak dan Patra M Zen.

Sejak pagi, 10 orang pengawal Hartati sudah datang. Mereka mengenakan seragam batik cokelat tua dan celana panjang hitam. Puluhan anggota polisi dari Polsek Metro Setiabudi, Jakarta Selatan dikerahkan membantu pengamanan. Tidak tampak aksi unjuk rasa dilakukan oleh para pendukung perempuan pengusaha itu seperti dilakukan Jumat pekan lalu.

Hartati Murdaya adalah pemilik perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Hardaya Inti Plantation. Demi menguasai lahan perkebunan dan penerbitan sertifikat hak guna usaha, dia diduga menyuap Bupati Buol, Provinsi Sulawesi Tengah, Amran Batalipu dengan uang sebesar Rp 3 miliar. Diduga langkah itu diambil buat menjegal saingan bisnisnya, yakni Artalyta Suryani, kerap disapa Ayin.

Jumat pekan lalu, Hartati tidak hadir memenuhi panggilan KPK buat diperiksa dalam kasus suap itu. Menurut pengacaranya, Tumbur Simanjuntak, kliennya sakit kejang-kejang dan dirawat di Rumah Sakit Medistra, Jakarta. (mdk/has)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP