Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Harimau Sumatera yang tewas diduga ditembak polisi dari jarak dekat

Harimau Sumatera yang tewas diduga ditembak polisi dari jarak dekat Ilustrasi. ©AFP PHOTO/Nicolas ASFOURI

Merdeka.com - Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Lahat Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel Didik Supriyono mengungkapkan, Harimau Sumatera yang tewas di Empat Lawang beberapa waktu yang lalu diduga karena ditembak anggota polri dari jarak dekat. Dari hasil visum, terdapat empat lubang bekas tembakan.

Menurut dia, dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), jarak antara satwa yang dilindungi itu dan anggota polri sekitar sepuluh meter. Petugas dan warga tidak berani mendekat karena situasinya berbahaya.

"Penembakan harimau itu memang atas permintaan warga karena membahayakan. Penembaknya belum tahu berapa anggota, bisa satu anggota saja," ungkap Didik, Selasa (15/9).

Dijelaskannya, setelah mati, bangkai Harimau Sumatera diamankan ke Polsek Pendopo, Empat Lawang. Keesokan harinya, dikirim ke Kabupaten Lahat untuk dilakukan serah terima dan visum.

Dari hasil visum, ditemukan empat luka bekas tembakan di Harimau Sumatera jantan berumur empat tahun. Di antaranya dua tembakan di punggung dan dua di perut sebelah kiri.

"Ada empat lubang bekas tembakan. Saat serah terima hingga dikuburkan, anggota tubuh harimau itu masih utuh," kata dia.

Dia menambahkan, sebelum harimau tewas ditembak, pihaknya sudah diberitahu Dinas Kehutanan Empat Lawang. Saat petugas dalam perjalanan menuju lokasi mendapat informasi baru bahwa harimau itu sudah dibawa ke polsek dalam keadaan mati.

"Memang sempat diberitahu, waktu itu katanya mau ditembak, belum dibunuh. Sejam kemudian, ternyata bangkainya sudah di kantor polsek," terangnya.

Sementara itu, Koordinator Penyidikan dan Pengamanan Hutan BKSDA Sumsel Edi Sofian mengatakan, pihaknya masih menunggu instruksi pemerintah pusat terkait kasus ini. Sedangkan anggota Polri yang melakukan penembakan tersebut diserahkan kepada instansinya.

"Kami memang menyesalkan kejadian ini apalagi hewan itu sangat dilindungi. Namun, itu tergantung dari atasan kami dan juga instansi Kepolisian bagaimana proses selanjutnya," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, warga Tanjung Raman Kecamatan Pendopo, Kabupaten Empat Lawang, Sumsel, dikejutkan dengan adanya seekor Harimau Sumatera yang masuk perangkap babi. Lantaran nyaris lepas dari jeratan dan membahayakan warga, harimau tersebut akhirnya ditembak hingga tewas.

Harimau jantan seberat 80 kilogram itu ditemukan warga terjerat perangkap babi di sekitar persawahan, Kamis (10/9).

Lalu, warga menghubungi petugas Kepolisian dan TNI setempat untuk mengevakuasi harimau tersebut. Begitu anggota datang, harimau itu memberontak sehingga tali perangkap nyaris putus.

Takut membahayakan jika lepas, warga meminta anggota polri mengambil tindakan dengan cara menembaknya. Petugas melepaskan tembakan sehingga membuat harimau setinggi satu meter itu tewas. Dari laporan, petugas tidak membawa senjata bius saat tiba di lokasi.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP