Hari Raya Galungan, pengungsi Gunung Agung dapat daging babi
Merdeka.com - Tidak semua para pengungsi yang menempati sejumlah posko bisa merayakan hari kemenangan Galungan yang jatuh pada 1 November mendatang.
Namun bagi para pengungsi yang menempati posko kembang Merta desa Candikuning di Bedugul Tabanan, bisa sedikit tersenyum. Warga adat di desa ini melakukan patungan membeli seekor babi untuk disumbangkan ke pengungsi.
"Sehari sebelum perayaan, sudah tradisi ada penampahan Galungan (potong hewan). Kami ingin para pengungsi juga ikut merasakan. Kami berikan satu ekor babi berat 1,5 kwintal," ungkap I Nyoman Sukita selaku bendesa Adat desa Kembang Merta desa Candikuning di Tabanan Bal, Rabu (25/10).
Tidak hanya itu bahkan semua bahan bumbu masakan serta sejumlah peralatan untuk memasak juga disiapkan. Itu dimaksudkan agar nantinya para pengungsi bisa mengolah sendiri masakan apa yang akan disiapkan saat penampahan Galungan nanti.
Untuk diketahui, rentetan perayaan Galungan sebagai simbol perayaan kemenangan Dharma melawan Adarma (kebenaran melawan kezaliman), dimulai sejak Kamis, 26 Oktober sebagai hari Sugihan Jawa dilanjutkan esoknya Sugihan Bali.
Pada hari Senin, 30 Oktober dilakukan penyajan Galungan. Pada hari ini para wanita sibuk mempersiapkan sesajen upacara dan membuat jajanan.
Hingga sehari sebelum perayaan Galungan, giliran kaum pria yang sibuk memasak dan memotong hewan ternak untuk persembahan dan makan bersama.
Puncak dari berakhirnya upacara jatuh pada hari Sabtu 11 November di Hari Raya Kuningan, sebagai wujud syukur atas segala karunia kebaikan dan kebenaran yang terjadi selama ini.
Hari raya ini dilaksanakan umat Hindu di Bali setiap 6 bulan sekali. Secara terpisah, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Sudiana mengimbau kepada umat Hindu yang saat ini mengungsi agar merayakan Galungan dan Kuningan sesuai dengan kemampuan.
Hal tersebut sesuai dengan surat pedoman pelaksanaan perayaan Hari Galungan dan Kuningan di tengah situasi Tanggap Bencana Erupsi Gunung Agung.
"Kami PHDI Provinsi Bali menyampaikan rasa prihatin serta memanjatkan doa ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sehubungan dengan situasi tanggap bencana erupsi Gunung Agung yang telah menyebabkan banyak warga Karangasem di desa-desa yang ditetapkan sebagai Kawasan Rawan Bencana tidak bisa berada di desa mereka masing-masing. Karenanya dinpengungsian dalam merayakan Galungan dan Kuningan dilakukan sesuai dengan kemampuan," ungkapnya. (mdk/rhm)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya