Hari Pertama PTM di Garut, Siswa Antusias Belajar di Sekolah
Merdeka.com - Sejumlah sekolah di Kabupaten Garut menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) hari ini. Siswa yang mengikuti PTM terbatas, mengaku antusias bisa kembali belajar di sekolah. Begitu juga orang tua mengaku bersyukur akhirnya anak-anak mereka kembali bersekolah.
Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, mengatakan antusiasme para siswa untuk bersekolah tatap muka sangat bagus. Hal tersebut ditunjang oleh sarana dan prasarana yang memadai untuk menerapkan protokol kesehatan yang baik.
Helmi mengaku bahwa di hari pertama PTM, ia bersama Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono melakukan monitoring langsung ke sekolah-sekolah. "Sekolah tatap muka pertama siswa kurang dari 50 persen, tadi di SMP malah 38 persen," kata Helmi.
Ia menjelaskan, saat ini Kabupaten Garut sudah masuk zona oranye. Itu sebabnya, Kabupaten Garut bisa menggelar kegiatan belajar mengajar secara tatap muka namun dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat.
"Dari edukasi juga Alhamdulillah anak-anak juga sudah mulai paham pelaksanaannya (Prokes) juga betul-betul disiplin," jelasnya.
Helmi sudah mengingatkan setiap sekolah untuk senantiasa mengawasi penerapan prokes kepada para siswa melalui Satuan Tugas Covid-19. Pengawasan dilakukan mulai dari saat para siswa datang sampai pulang.
"Saat sekolah selesai, seluruh siswa agar langsung pulang ke rumah. Selama perjalanan, para siswa harus menerapkan protokol kesehatan juga, khususnya saat ada di angkutan umum. Kalau untuk prokes di sekolah sudah baik, Alhamdulillah," katanya.
Sementara itu, salah seorang siswa SMP yang hadir dalam kegiatan PTM pertama, Abigail (12) mengaku sangat senang bisa kembali belajar di sekolah. Ia mengaku sangat antusias di hari pertamanya dan mengikuti seluruh kegiatan pembelajaran dengan serius.
"Biasanya kan Cuma lihat teman dan belajar lewat HP saja. Sekarang bisa belajar langsung di sekolah, jadinya seneng banget bisa belajar langsung, termasuk bisa bertemu juga dengan teman-teman," katanya.
Aris Munandar (43), salah seorang orang tua siswa menyebut bahwa PTM memberikan aura positif kepada anaknya. Saat tahu PTM akan dilaksanakan, anaknya sejak bangun tidur langsung semangat menggunakan seragam sekolahnya.
"Ya sekolah memang menjadi sesuatu hal yang sangat dinanti-nantikan oleh anak saya. Jadinya hari pertama PTM ini menjadi titik balik sejarah mungkin untuk anak saya setelah sekolah daring yang cukup lama," sebutnya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya