Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Hari Pers Nasional 2015 luncurkan 26 buku karya wartawan Indonesia

Hari Pers Nasional 2015 luncurkan 26 buku karya wartawan Indonesia Hari Pers Nasional. ©2014 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Puncak peringatan hari pers nasional (HPN) 2015 yang digelar di Batam, Kepulauan Riau akan diramaikan dengan peluncuran buku karya wartawan dari seluruh Indonesia. Acara tersebut akan ditandai dengan penyerahan ke-26 buku tersebut kepada Presiden Joko Widodo.

Dari 26 judul buku itu, tiga di antaranya akan dibedah dan didiskusikan di arena Pameran Pers pada 8 Februari di Kepri Mall, Batam. Tiga buku itu ialah Di Laut Kiita Jaya: Bunga Rampai Sumbangan Pemikiran Kemaritiman di Media Massa karya Nurcholis MA Basyari. Dua buku lainnya ialah Tol Laut dari Natuna ke Papua karya Saibansah Dardani dan Jokowi, Revolusi Mental Mewujudkan Indonesia Baru? Karya Usman Yatim.

"Jumlah yang diluncurkan meningkat dari satu buku pada HPN 2010 di Palembang, Sumatera Selatan, yakni Ensiklopedia Pers Indonesia (EPI)," demikian siaran pers Humas HPN 2015 yang diterima merdeka.com, Rabu (4/2).

Peluncuran buku ini rutin dilaksanakan setelah HPN 2010, di mana seluruh wartawan dan tokoh pers diminta ambil bagian untuk menuliskan karyanya ke dalam sebuah buku.

Hasilnya, penyelenggaraan HPN tahun berikutnya di Jambi, panitia meluncurkan 19 judul buku pada puncak peringatan HPN 2012. Selanjutnya, pada 2013 di Manado, Sulawesi Utara, dan 2014 di Bengkulu, Panitia meluncurkan masing-masing 25 dan 20 judul buku pada puncak peringatan HPN yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Selain diserahkan kepada Presiden, buku-buku yang diterbitkan dalam rangka memperingati HPN itu dibagikan sebagai cenderamata kepada para delegasi dan undangan yang hadir. Mereka sebagian besar berasal dari kalangan wartawan dari berbagai daerah di Tanah Air dan para mitra pers.

Program penulisan dan penerbitan buku dalam rangka memperingati HPN dimaksudkan untuk mendorong para wartawan Indonesia melahirkan karya tulisan kreatif di luar karya jurnalistik. Wartawan sebagai bagian dari kelompok intelektual ditantang untuk melahirkan buku.

Ilmu, pengalaman, dan informasi sehari-hari dalam menjalankan tugas sebagai wartawan tentu hanya sebagian kecil yang dapat dimuat di media massa tempat mereka bekerja. Hal itu mengingat keterbatasan ruang dan waktu di koran, majalah, tabloid, situs berita, radio, dan televisi.

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP