Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Hari ini, jenazah mahasiswi tewas tenggelam diberangkatkan dari Jerman

Hari ini, jenazah mahasiswi tewas tenggelam diberangkatkan dari Jerman Shinta Putri Dina Pertiwi. ©2018 Merdeka.com/istimewaa

Merdeka.com - Jenazah Shinta Putri Dina Pertiwi (26) mahasiswa asal Kota Malang yang tewas tenggelam di Jerman, dijadwalkan akan diterbangkan hari ini, Jumat (17/8) ke Tanah Air. Jenazah diperkirakan akan tiba di rumah duka di Kelurahan Bandulan, Kecamatan Sukun, Kota Malang, pada Sabtu malam (19/8).

"Belum (diberangkatkan), Jumat late night waktu setempat baru diterbangkan dari Bayreuth ke Indonesia. Saya masih terus berkoordinasi dengan Kemenlu," kata Ummi Shalamah dalam pesannya melalui WhatsApp, Jumat (17/8).

Saat ini jenazah almarhumah masih disemayamkan di sebuah rumah duka, sambil menunggu proses pemulangan. KJRI bersama rekan korban tengah dalam menyelesaikan proses administrasinya.

Sementara hasil autopsi yang dikeluarkan oleh pihak keamanan setempat memastikan korban dinyatakan meninggal murni karena kecelakaan. Hasil autopsi telah diumumkan Selasa (14/8) pukul 15.00 WIB.

"Sabtu malam sampai Indonesia. Rencana Minggu pagi disalatkan lagi di Masjid Bandulan. Terus dimakamkan di Makam Kunden Bandulan," lanjutnya.

shinta putri dina pertiwi

Shinta Putri Dina Pertiwi ©2018 Merdeka.com/istimewaa

Shinta awalnya bersama-sama temannya berenang, sebelum kemudian seorang teman mengabarkan kalau korban tenggelam. Saksi yang tidak ikut berenang, begitu khawatir setelah dua jam menunggu korban tidak kunjung terlihat. Karena khawatir, akhirnya melaporkan kejadian tersebut pada petugas, sebelum dilanjutkan ke kepolisian setempat.

Rabu (8/8) pukul 16.30 atau Kamis waktu Indonesia, kepolisian mulai melakukan pencarian hingga pukul 01.30 dini hari, tetapi tidak membuahkan hasil. Jenazah ditemukan keesokan harinya, Kamis (9/8) sekitar pukul 5 sore.

Shinta yang akan menikah Desember mendatang menempuh pendidikan jurusan kedokteran di Universitas Leipzig, sebelum kemudian melanjutkan konsentrasi pendidikan spesialis forensik di Universitas Bayreuth. Perempuan kelahiran 1 November 1993 itu sebelumnya belajar di SMA 7 Kota Malang sebelum menempuh pendidikan di Jerman.

"Kami sangat berterima kasih jika saudaraku berkenan hadir untuk ikut salat jenazah dan proses pemakaman. Semoga Allah membalas kebaikan panjenengan," tulis Ummi.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP