Hari ini cuaca berawan hadang tim pencarian Aviastar
Merdeka.com - Masuki hari ketiga pencarian pesawat perintis yang hilang tipe twin otter, Aviastar PK-BRM, kondisi cuaca masih serupa dari hari-hari sebelumnya. Jika kemarin diantisipasi adalah angin kencang dari arah timur, hari ini Senin (5/10) yang jadi kendala adalah cuaca berawan.
Demikian disampaikan Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Bandara Sultan Hasanuddin, Hari Triwibowo di ruang posko SAR Mission Coordinator (SMC) Aviastar PK-BRM di Fire Station.
"Kondisi cuaca hari ini dari pagi tadi cukup berawan, tetapi mulai pukul 13.00 mulai membaik dan perlahan-lahan akan berawan lagi," ujarnya.
Pencarian melalui udara, kata Hari Triwibowo, akan terhalang awan. Jika nekat ditembus, tetap tidak bisa melihat ke bawah di daerah pegunungan. Kondisi berawan ini di beberapa daerah saja yang masuk sembilan sektor yang menjadi fokus wilayah pencarian pesawat.
Diketahui, pesawat Aviastar hilang kontak pukul 14.36 WITA, Jumat siang (2/10) setelah lepas landas pukul 14.25 WITA dari bandara Andi Jemma, Masamba, Luwu Utara tujuan Makassar yang sedianya tiba pukul 15.39 WITA. Pesawat ini memuat tujuh penumpang dan tiga awak.
Tiga awak ini adalah pilot Kapte Iri Afriadi, Co pilot Yusdhistiwa dan teknisi Soekris Winarto. Adapun penumpangnya masing-masing Nurul Fatima bersama dua anaknya Raya dan Afif, juga ada Riza Arman bersama istrinya Lisa Falentin dan anaknya Sakhi Arqam. Serta satu lagi, Muhammad Natsir Lawa yang diketahui adalah kepala Otoritas Bandara (Otban) Seko, Kabupaten Luwu Utara. (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya