Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Harga turun, BBM tetap mahal dan langka di sejumlah daerah di Sumut

Harga turun, BBM tetap mahal dan langka di sejumlah daerah di Sumut Antrean BBM di Sumut. ©2016 Merdeka.com/yan m

Merdeka.com - Penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium dan Solar bersubsidi seakan belum sepenuhnya dapat dinikmati warga Sumatera Utara. Apalagi BBM juga masih langka di sejumlah daerah.

Kelangkaan di antaranya terjadi di Kota Tebing Tinggi, Kabupaten Batu Bara, dan Padang Sidimpuan. SPBU setempat menyatakan stok Premium dan Solar habis. Pengguna terpaksa membeli Pertamax yang harganya lebih mahal dan memang tidak mengalami penurunan harga.

"Kondisi ini terjadi sejak kemarin. Harga premium memang turun, tapi stoknya tidak ada di SPBU. Kami terpaksa pakai Pertamax," kata Charles Ritonga, seorang konsumen yang mengisi BBM di SPBU Jalan Serma Lian Kosong, Padang Sidimpuan, Rabu (6/1).

Meski demikian, Premium hanya langka di SPBU. Sementara pedagang eceran tetap banyak menjualnya.

"Harganya lebih mahal, sedikitnya selisih Rp 1.000 per liter dibandingkan harga di SPBU," kata Saut, pengguna jalan lainnya.

Sementara, di jalur menuju Kabupaten Karo, Solar juga sulit ditemukan. Kelangkaan dilaporkan mulai dari Pancur Batu hingga Sibolangit.

Padahal, pemerintah sudah menurunkan harga BBM bersubsidi jenis premium dan solar sejak Selasa (5/1). Premium turun dari harga Rp 7.300 menjadi Rp 6.950, dan solar turun dari Rp 6.700 menjadi Rp 5.750.

Dikonfirmasi terpisah, Pertamina beralasan lonjakan permintaan menjadi penyebab kondisi kelangkaan BBM bersubsidi itu. Area Manager Communication and Relations PT Pertamina Sumatera Bagian Utara, Fitri Erika, menyatakan hari ini mereka sudah menambah pasokan BBM ke SPBU hingga 40 persen di atas kebutuhan normal.

"Penambahan ini untuk memenuhi lonjakan permintaan konsumen," tulis Fitri dalam pesan singkat.

Fitri mengatakan, pasca-pemberlakuan harga baru pada 5 Januari 2016, memang terjadi peningkatan konsumsi BBM di Sumut. Konsumsi premium di Sumut normalnya 4.400 kiloliter. Pada 5 Januari lalu, Pertamina memasok 5.047 kiloliter atau naik 14 persen. Konsumsi solar juga meningkat 26 persen pada hari sama, yaitu 3.282 kiloliter. Konsumsi normal harian BBM jenis ini hanya 2.600 kiloliter.

"Saat ini ketersediaan stok di lima terminal BBM kita dalam jumlah yang sangat cukup. Stok premium hari ini 41.800 kiloliter dan solar 45.000 kiloliter," lanjut Erika.

(mdk/ary)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP