Harga cabai rawit mahal, konsumen terpaksa beli cabai oplosan
Merdeka.com - Tingginya harga cabai rawit di Purwokerto Jawa Tengah membuat konsumen terpaksa membeli dengan cara mencampur beberapa jenis cabai. Harga cabai rawit di Pasar Wage Purwokerto hingga saat ini terpantau mencapai Rp 60 ribu per kilogram atau naik Rp 20 ribu dari harga sebelumnya.
Sejumlah pembeli mengakui dengan mencampur berbagai jenis cabai tersebut dilakukan agar bisa menikmati rasa pedasnya, meski bukan cabai rawit murni. Seorang pembeli, Darsini mengaku sudah mengurangi pembelian cabe rawit merah dan mencampur beberapa cabai untuk menjadi bahan masakannya.
"Beli (cabai) nya dicampur, jadi nanti bisa buat beli yang lainnya. Kalau biasanya beli satu kilogram, sekarang cuma bisa beli setengah kilogram, karena buat yang lainnya juga," katanya.
Menurut pedagang cabai di Pasar Wage Purwokerto, Rodiyah, naiknya harga cabai merah dari harga Rp 40 ribu menjadi Rp 60 ribu sudah terjadi sejak setelah lebaran.
"Kenaikannya karena sejumlah daerah gagal panen akibat musim kemarau. Jadinya, daya beli masyarakat turun," ujarnya.
Sementara itu, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Banyumas merilis pada Juli 2015, Kota Purwokerto mengalami inflasi sebesar 0,84 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 118,87 atau lebih tinggi dibanding bulan Juni 2015 yang hanya 0,57 persen dengan IHK sebesar 117,88.
Meski begitu, inflasi Kota Purwokerto masih berada di bawah inflasi Jawa Tengah dan Nasional pada tahun 2015, sebesar 0,92 persen dan 0.93 persen. Sementara itu, hingga minggu ketiga Agustus 2015, beberapa komoditas mengalami kenaikan harga seperti, cabe rawit, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang putih, tepung terigu, daging sapi, dan beras. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya