Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Harga beras naik, warga Manado meradang

Harga beras naik, warga Manado meradang Penjual beras di Manado. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Kenaikan harga beras yang terjadi sejak beberapa hari terakhir membuat warga Kota Manado, Sulawesi Utara, meradang. Selain kurangnya pasokan beras, kenaikan tersebut menurut mereka dipicu juga oleh gagal panen yang menimpa sejumlah petani beras di daerah ini.

Untuk mencukupi permintaan pasar, pedagang terpaksa mengandalkan pasokan dari daerah tetangga. "Kami terpaksa merugi karena biasanya kami membeli dengan harga murah terpaksa menyesuaikan dengan harga sekarang. Kalau (beras) yang masuk saat ini berasal dari daerah Sulawesi Tengah," keluh Jhonny Sajow pedagang beras di Pasar Pinasungkulan Karombasan, Selasa (24/2).

Dirinya menyesalkan Pemerintah yang lamban mengantisipasi pergerakan harga beras yang terus melonjak. Senada, warga pembeli juga mengaku kenaikan harga beras yang terjadi saat ini memberatkan mereka.

"Yang jelas ini sangat memberatkan kami. Soalnya kami kan juga mau belanja lauk juga dan bumbu-bumbu lainnya. Kalau yang penghasilannya lumayan mungkin enggak masalah tapi kalau kami yang hidup pas-pasan jelas sangat terasa," jelas Merry, warga Ranotana.

Pantauan merdeka.com, kenaikan harga beras di pasaran berada di kisaran Rp 1000-3000 per kilogram. Kenaikan paling signifikan terjadi pada kelompok beras jenis Pulo yang naik menjadi Rp 14.000 dari harga semula Rp 11.000 per kilogram. Superwin yang awalnya dijual Rp 10.000 kini naik menjadi Rp 12.000 per kilogramnya. Beras Temo Pondang, dari Rp 9000 melonjak hingga Rp 12.000 per kilogram. Sementara beras jenis Serayu naik menjadi Rp 10.000 dari harga awal Rp 8000 per kilogram.

(mdk/hhw)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP