Hanya 20 % lahan Hambalang yang aman untuk bangunan
Merdeka.com - Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto menyebut bahwa peran kementeriannya dalam setiap proyek pembangunan milik pemerintah, hanyalah sebatas membantu proses penyelenggaraan. Begitu pula dengan proses pembangunan proyek pusat pendidikan, pelatihan dan sekolah nasional di Bukti Hambalang, Bogor, Jawa Barat, milik Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
"Tugas kami hanya menjaga proses penyelenggaraan. Untuk desain, diserahkan kepada konsultan," ujar Djoko seusai rapat dengar pendapat dengan Komisi V di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (6/6).
Djoko menjelaskan, tim teknis dari Kementerian Pekerjaan Umum hanya bertugas untuk memberikan saran mengenai proses penyelenggaraan setiap proyek pembangunan gedung maupun pembangunan sarana lainnya. Menurut laporan yang diterima oleh Kementerian Pekerjaan Umum, kata Djoko, dari luas lahan keseluruhan di Bukit Hambalang, yang bisa dijadikan bangunan hanya sekitar 20 persen saja.
"Laporan yang saya terima menurut rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) di Kabupaten Bogor, lahan di situ boleh untuk membangun bangunan asal tidak lebih dari 20 persen," katanya.
Djoko juga menyebut bahwa pihaknya telah meminta pemilik proyek atau Kemenpora untuk terlebih dahulu melakukan investigasi lahan. Lahan seluas 32 hektar yang akan digunakan sebagai sarana olahraga nasional itu dihiasi oleh lereng-lereng perbukitan dengan derajat kemiringan tertentu. Lokasi tersebut juga rawan terkena guncangan gempa karena berada pada jalur lintas gunung berapi atau ring of fire.
"Kami mempersilahkan pihak penyelenggara untuk melihat tata ruang dan investigasi lahan terlebih dahulu, karena kondisi lahan memang seperti itu. Permintaan kami adalah meminta pemilik proyek untuk memeriksa kontur dan kondisi tanah," tandasnya.
Setelah investigasi lahan selesai, kata Djoko, pihaknya mempersilahkan jika pemilik proyek tetap ingin membangun bangunan di atas lahan tersebut. Djoko menjelaskan, bahwa secara prosedural, pembangunan sarana pusat pendidikan, pelatihan dan sekolah olahraga nasional itu sudah bagus.
Djoko menyebutkan terkait dengan pembangunan proyek dalam kapasitas besar ini, memang tidak sedikit mengalami kesalahan. Meski begitu Djoko menyebut bahwa kecelakaan kecil seperti longsor maupun juga amblas adalah hal yang biasa terjadi dalam proses pembangunan proyek apapun dan di mana pun itu.
"Dalam setiap pembangunan proyek besar, bisa ditemukan hal-hal kecil seperti ada hasil penyelidikan tanah yang mungkin kurang sempurna. Hal ini bisa terjadi karena tidak ada yang sempurna. Kalau memang ada longsor, itu adalah hal yang bisa terjadi di mana saja," katanya.
Meski begitu Djoko mengaku pihaknya tidak sampai pada masalah desain bangunan di atas lahan Bukit Hambalang. Pasalnya, dua bangunan yang kini tengah dalam proses pembangunan mengalami musibah amblas.
"Untuk desain kami serahkan kepada pemilik proyek. Namun desain tersebut harus sesuai dengan kontur tanah dan tata ruang. Serta patut pula memperhatikan Perda DKI yang menjelaskan mengenai bangunan berapa lantai yang dapat dibangun diatas lantas tersebut," pungkas Djoko. (mdk/ian)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya