Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Hanya 15 sekolah di Banda Aceh yang ujian nasional gunakan komputer

Hanya 15 sekolah di Banda Aceh yang ujian nasional gunakan komputer Pelajar SMAN 4 Bogor ikuti UNBK. ©2017 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Koalisi Barisan Guru Bersatu (Kobar-GB) Aceh heran karena tidak semua sekolah di Banda Aceh menerapkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Kebanyakan justru masih menggunakan sistem Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP). Data yang diperoleh merdeka.com, total Sekolah Menengah Atas (SMA) di Banda Aceh berjumlah 37 sekolah. Dari jumlah tersebut, hanya 15 sekolah yang menerapkan UNBK, sedangkan 22 sekolah masih menggunakan UNKP. Padahal Banda Aceh adalah ibu kota provinsi.

Bila dibandingkan dengan Kabupaten Aceh Besar, daerah bertetanggaan dengan Kota Banda Aceh, hanya 2 dari 61 sekolah yang belum menerapkan ujian nasional menggunakan komputer. Selebihnya sebanyak 59 sekolah sudah menggunakan UNBK tahun ini. Kemudian Kota Subussalam yang jarak tempuh dari pusat kota Banda Aceh sekitar 10 jam perjalanan darat, semua sudah menggunakan UNBK. Kota Subussalam paling Selatan Aceh ini ada 19 SMA dan seluruhnya menggunakan UNBK.

Ketua Kobar GB Aceh, Sayuti Aulia mengaku heran jika Banda Aceh yang merupakan ibu kota provinsi Aceh, masih banyak sekolah menggunakan cara tradisional saat ujian nasional. Dia tidak yakin jika persoalannya karena ketiadaan fasilitas.

"Tidak ada komputer di Banda Aceh juga tidak mungkin terjadi, karena ibu kota provinsi, sementara jaringan internet sudah sangat memadai, makanya sangat dipertanyakan apa sebabnya masih ada yang menggunakan UNKP di Banda Aceh," kata Sayuti Aulia di Banda Aceh, Senin (10/4).

Pihaknya masih memaklumi jika di Kabupaten Gayo Lues banyak terdapat sekolah menggunakan UNKP karena infrastuktur yang belum memadai. Semisal listrik dan jaringan internet yang belum memadai. Di Kabupaten Gayo Lues ada 7 SMA yang baru menggunakan UNBK, sementara 10 SMA menggunakan pensil dan kertas. Begitu juga dengan Kabupaten Simeulue, daerah pulau terluar di Aceh hanya 2 sekolah menggunakan UNBK, 25 sekolah masih UNKP dari total 27 sekolah.

"Kalau Gayo Lues, Cubo di Kabupaten Pidie Jaya masih kita maklumi. Ini di ibu kota provinsi masih seperti itu, pasti ada sesuatu yang patut dipertanyakan, apakah ini strategi agar bisa membantu siswa dalam ujian seperti tahun-tahun sebelumnya," sebutnya.

Namun jika alasan di Banda Aceh tidak ada komputer, Sayuti menyebut itu alasan klasik dan tidak bisa diterima. Apalagi setiap tahun pemerintah mengalokasikan dana BOS yang bisa dipergunakan untuk melengkapi infrastruktur yang kurang.

"Di sisi lain juga mereka sangat dekat dengan provinsi, mereka juga bisa minta pada provinsi bila ada niat baik mau melaksanakan UNBK. Ini tidak boleh terjadi ke depan dan sangat naïf kalau Banda Aaceh masih ada sekolah menggunakan UNKP," imbuhnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Laisani mengatakan, belum semua sekolah menerapkan UNBK karena ada sekolah yang belum siap secara infrastruktur. Salah satu kendala teknis adalah sinyal internet dan listrik yang sering padam.

"Rata-rata memang siswa sudah menguasai komputer. Kalau soal belum ada komputer, SMK dan SMA tidak serentak ujian, bisa diperbantukan komputernya saat ujian siswa SMA. Kendala utama sekarang sinyal internet," jelas Laisani.

Kendati demikian, Laisani berjanji pada tahun 2018 mendatang semua sekolah di seluruh Aceh sudah menggunakan UNBK. "Tahun depan kita upayakan seluruh sekolah sudah UNBK," janjinya.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP