Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Hampir 1.000 warga Medan tiap bulan berobat ke Malaysia & Singapura

Hampir 1.000 warga Medan tiap bulan berobat ke Malaysia & Singapura Ilustrasi Dokter dan Pasien. ©2015 Merdeka.com/Angeline Agustine

Merdeka.com - Gubernur Sumut HT Erry Nuradi menyebut, hampir 1.000 orang lebih warga Medan dan sekitarnya setiap bulan pergi ke Malaysia dan Singapura untuk berobat. Pihaknya merasa perlu menjadi ini perhatian serius.

Seperti dilansir dari Antara. Hal itu diungkapkan saat Muktamar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ke-29 yang digelar di Medan, Sumatera Utara, Kamis (19/11).

Dia berharap lahirnya rekomendasi atau kebijakan yang dapat mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Sebab, peranan dokter sangat strategis dalam pemenuhan pelayanan kesehatan mengingat dokter adalah ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat.

Di lokasi yang sama, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir meminta para dokter mengedepankan kualitas untuk menekan jumlah masyarakat yang berobat ke luar negeri. Dirinya mulai resah banyaknya masyarakat melakukan pengobatan tidak di tanah air.

"Pelayanan kesehatan kepada masyarakat harus semakin maksimal agar masyarakat Indonesia yang selama ini berobat ke luar negeri bisa ditekan dan beralih ke dalam negeri," kata Nasir.

Menurut dia, tingginya animo masyarakat Indonesia berobat ke luar negeri disebabkan beberapa faktor, seperti kualitas dan layanan kesehatan para petugas medis di dalam negeri dinilai tidak maksimal.

Oleh karena itu, kata Nasir, pelayan medis harus terus meningkatkan ilmu pengetahuannya di bidang kedokteran dan sekaligus memaksimalkan pelayanan medis.

"Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi sendiri terus melakukan evaluasi dan peningkatan ilmu sistem pendidikan dan layanan kesehatan nasional," ujarnya.

Dia menegaskan, peningkatan kualitas pendidikan tinggi dan pelayanan kesehatan merupakan satu kesatuan yang harus dijalankan secara sinergitas. Oleh karena itu, sinergitas antara Kementerian Kesehatan dan Kementerian Riset Teknologi dan Dikti harus terus ditingkatkan untuk menghasilkan rumusan-rumusan dan sistem yang menghasilkan tenaga-tenaga kesehatan yang berkualitas.

"Sinergitas antara keduanya akan membuat pelayanan kesehatan semakin baik, sehingga masyarakat Indonesia semakin," terangnya. (mdk/ang)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP