Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Hamdi Muluk sebut Ahok 'bau mulut', perlu belajar etika

Hamdi Muluk sebut Ahok 'bau mulut', perlu belajar etika Ahok tinjau ujian SD. ©2015 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kerap mengeluarkan komentar-komentar keras, baik kepada anak buahnya yang bekerja tak becus maupun terhadap lawan politiknya. Namun hal ini dinilai blunder, sebagai pejabat publik Ahok diminta perbaiki etika dalam bicara.

Ahli psikologi politik dari Universitas Indonesia Hamdi Muluk menilai Ahok memang memiliki gaya komunikasi yang buruk sebagai seorang pemimpin. Bahkan dia mengibaratkan Ahok seorang pemimpin yang 'bau mulut'.

Kendati demikian, Hamdi merasa komentar keras dan pedas yang biasa dilakukan Ahok merupakan gaya mantan Bupati Belitung Timur itu. Oleh sebab itu, dia yakin jika lama kelamaan nanti masyarakat juga akan memahami hal itu.

"Ahok memang 'bau mulut' dan perlu lebih belajar etika. Namun lama kelamaan masyarakat juga paham itu adalah bawaan Pak Ahok sendiri," kata Hamdi di Jakarta, Selasa (16/6).

Sementara soal kasus Ahok yang sering berseteru dengan Wakil Ketua DPRD Abraham Lunggana atau Lulung, menurut dia, semua orang tahu keduanya punya tipikal yang sama keras. Dia menyatakan, Lulung terlihat naif ketika terbelit kasus pengadaan UPS.

"Jangan melecehkan akal sehat kita sendiri dengan sikap lulung yang bertingkah naif soal kasusnya" ujarnya

Menurut dia, latar belakang orang menjadi pengalaman yang membentuk pribadi seseorang. Apalagi Lulung yang disebut 'preman' oleh Ahok sudah merasakan kerasnya hidup di Jakarta. Lulung kini memiliki banyak usaha di bidang keamanan, pemarkiran dan penagihan utang memang punya kedekatan dengan preman.

"Yang membentuk manusianya adalah latar belakangnya hal itu juga saya sampaikan saat mengisi kuliah di kepolisian" terang dia.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP