Hamdan Zoelva: Saya pernah diancam akan ditabrak
Merdeka.com - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva menyadari, posisinya sebagai hakim berada di tengah-tengah pihak beperkara. Yang menang menganggap teman, tapi yang kalah menjadi lawan.
Kalau sudah begitu, Hamdan tak memungkiri berbagai teror pun berdatangan. Baik ke institusi maupun ke dirinya dan keluarga.
Seperti saat menangani perkara gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) 2014 yang dilayangkan kubu Prabowo - Hatta. Pasca pembacaan putusan, kata Hamdan, Mahkamah Konstitusi mendapat fax yang bertuliskan ancaman.
"Ada masuk fax ke MK tapi saya tidak ingin buka. Tapi bagi saya itu risiko seorang hakim," kata Hamdan saat berbincang santai dengan awak KLN Network di Gedung Mahkamah Konstitusi.
Tak cuma lewat fax, tambahnya, teror itu juga datang ke ponselnya lewat SMS.
"Ada yang bilang putusan pilpres harus benar dan adil, ya macem-macemlah. Sampai pernah juga ada ancaman saya akan ditabrak, ya tapi saya rasa sejauh ini tidak ada teror yang benar-benar teror," jelas Hamdan.
Bukan cuma Hamdan, beredar kabar keluarganya di Bima juga mendapat teror. Untuk menenangkan keluarga besarnya, Hamdan coba selalu mengingatkan dan berkomunikasi.
"Jadi soal teror itu kan sebenarnya keluarga saya dengan orangtua saya saling mengkhawatirkan, jadi saling mengingatkan tapi sebenarnya tidak ada apa-apa," beber pria yang pernah mengecam pendidikan di Universitas Hasanuddin ini.
Dikatakan dia, ancaman seperti itu sering terjadi kala MK menangani perkara besar yang menyangkut publik. Tapi apapun isi ancaman yang ditujukkan padanya, Hamdan tak ingin menanggapi berlebihan karena buatnya, takut hanya pada Allah SWT.
"Ya kalo ada perkara-perkara menyangkut publik yang luas selalu ada. Tapi buat saya, ketakutan itu hanya pada Allah," pungkas pria berkacamata ini.
(mdk/ian)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya