Hal tak patut ini muncul di bahan ajar, coreng dunia pendidikan

Niatan pemerintah memperbaiki kualitas pendidikan di Tanah Air tampaknya belum berjalan mulus.

Lia Harahap
Oleh Lia Harahap - Reporter
Hal tak patut ini muncul di bahan ajar, coreng dunia pendidikan
Soal ulangan berisi pembunuhan dan perceraian. ©2016 Facebook.com/Agung Suharto Dirdjosbroto

Niatan pemerintah memperbaiki kualitas pendidikan di Tanah Air tampaknya belum berjalan mulus. Banyak sekalian ditemukan hal-hal menyimpang yang mencoret dunia pendidikan dewasa ini.Mulai dari kelakuan tak pantas seorang guru pada muridnya. Atau sebaliknya, anak didik yang bertindak tak santun pada pengajar.Tak sebatas pada prilaku pendidik dan anak didiknya, potret pendidikan kian miris ketika banyak temuan soal atau buku panduan ajar yang isinya tak mencerminkan pendidikan. Beberapa tahun terakhir, sering ditemukan kata-kata tak pantas yang seharusnya tak muncul dalam dunia pendidikan, seperti pembunuhan, perceraian hingga berbau vulgar.Terbaru, ditemukan soal ulangan SD di Jakarta Timur yang di mana siswa kelas 2 diminta menjawab alasan seorang pria yang disebut sebagai Bang Maman menceraikan istrinya. Di soal lain, ada pula yang bercerita tentang pembunuhan.Temuan soal itu pertama kali diunggah akun Facebook, Agung Suharto Dirdjosbroto. Dia mengeluhkan kualitas pendidikan yang dinilainya masih rendah. Dia mengaku kecewa atas lolosnya soal tentang pembunuhan dan perceraian, di mana keduanya belum cocok untuk diberikan kepada siswa-siswa SD.Kepala SD baru 02 Pagi Pasar Rebo, Ridoyo, mengaku guru yang memberikan soal tersebut sudah dikenakan sanksi."Iya diberikan sanksi teguran. Memang kurang ditelaah sebelumnya," kata Ridoyo, saat dihubungi di Jakarta, Senin (23/5).Dia menjelaskan, lembar soal tersebut dibuat guru dari sejumlah sekolah pada tahun 2011. "Karena memang tahun 2011 enggak masalah, jadi mungkin dianggap guru sudah pernah diberikan enggak ada masalah, jadi dirasa aman-aman saja," ucap dia.Disadarinya juga, materi soal memang tak layak diberikan pada murid kelas dua. "Untuk sekarang ini terkait dengan kekerasan dan masalah pornografi sedikit kurang tepat untuk kelas II ini. Ini peristiwa yang pertama kali di sekolah ini. Sekarang kami juga sudah koordinasi dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta dalam menangani kasus tersebut," katanya.

Kasus serupa juga pernah terjadi di Depok. Buku ajar untuk siswa Taman Kanak-kanak berisi kata -kata sadis dan tak pantas.Berdasarkan informasi yang dihimpun, beberapa kata di dalam buku jilid kedua yang dimaksud yaitu kata-kata 'caci maki' di halaman (28) dan 'binasa' di halaman 28. Sedangkan di jilid III cukup banyak kata-kata yang dianggap tidak sesuai. Di antaranya adalah 'ada upaya feminisasi' (halaman 8), 'gegana ada di mana' (halaman 9), 'apa kamikaze itu',' satu regu zeni (halaman 25), 'rela mati', 'bela agama' (halaman 18).Di jilid IV terdapat penggalan kata 'munafik' (halaman 10), 'bom' (halaman 12), 'manhaj batil' (halaman 26). Dan di jilid V terdapat penggalan kata 'sahid di medan jihad' (halaman 17) serta 'selesai-raih-bantai-kiai' (halaman 33).Kepala Bidang Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI) Disdik Kota Depok, Dadang Supriatna menilai buku 'Anak Islam Suka Membaca' karya Nurani Musta'in sebut belum seharusnya diajarkan ke siswa taman kanak-kanak (TK). Sebab di dalamnya memuat sejumlah kata yang dinilai tidak pantas."Buku tersebut sangat tidak pantas diberikan kepada anak TK," kata Dadang kepada wartawan, Kamis (21/1).

Peristiwa buku ajar tak layak juga pernah tersebar di Kendal beberapa waktu lalu. Buku yang dianggarkan B melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) ini diketahui berkonten porno.Dalam buku itu, ditulis dengan rinci cara berhubungan badan, lengkap dengan gambar pendukung ceritanya. Parahnya buku itu ditemukan di SD Negeri 1 Korowelang Anyar Kecamatan Cepiring , Kabupaten Kendal.Buku berjudul 'Visual Ilmu dan Pengetahuan Populer dan Ensiklopedia Iptek' tertulis dengan jelas dan gamblang cara berhubungan badan. Buku-buku tersebut ditemukan di perpustakaan dan bisa dibaca, serta dipinjam bebas oleh siswa dari kelas satu hingga kelas enam.Temuan buku ajar berbau porno ini, pertama kali diketahui pemerhati pendidikan Kabupaten Kendal, Latoifud Khohar di sejumlah SD."Selain di SDN 1 Korowelang Anyar, buku serupa juga ditemukan di perpustakaan SD Negeri Tamangede Kecamatan Gemuh, SD Negeri Sawahan Pegandon dan SD Negeri Kebonsari Rowosari," jelasnya saat dikonfirmasi merdeka.com melalui telepon Jum'at (15/2).Khohar merasa prihatin dengan buku pelajaran berbau porno ini. "Tak hanya tulisan dan bahasa yang gamblang, dalam buku tersebut juga disertai gambar alat kelamin laki-laki dan perempuan secara detail," tuturnya.Sementara, pihak sekolah mengaku tidak mengetahui persis isi buku. Pihak sekolah hanya menerima bantuan buku ajar untuk perpustakaan dari pengadaan DAK Dinas Pendidikan Kabupaten Kendal tahun 2011."Saya tidak tahu persis buku tersebut, dan kebetulan belum dibuka segelnya jadi tidak tahu kalau isinya seperti itu," ungkap Kepala SDN 1 Korowelang Anyar, Uliyah kepada merdeka.com.Buku berbau porno tersebut dicetak oleh penerbit PT Bhuana Ilmu Populer dan penerbit Lentera Abadi. Dinas Pendidikan diminta untuk menarik seluruh buku ajar tersebut karena bisa merusak moral siswa.Temuan ini mungkin hanya sebagian kecil dari kasus yang sering kali disebut salah cetak atau soal bekas tahun lalu. Namun hendaknya hal serupa tak terulang demi menghasilkan kualitas anak bangsa berkualitas.

Rekomendasi