Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Hakim Bengkulu ditangkap KPK, KY sebut sistem pembinaan MA tak jalan

Hakim Bengkulu ditangkap KPK, KY sebut sistem pembinaan MA tak jalan Gedung Mahkamah Agung. Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini di Bengkulu. Hakim dan panitera dikabarkan diamankan dalam OTT tersebut.

Juru Bicara Komisi Yudisial Farid Wajdi menyayangkan masih ada penegak hukum yang kembali terjaring operasi KPK. Padahal baru sebulan lalu panitera pengganti di PN Jakarta Selatan tertangkap KPK.

Berdasarkan catatan KY, sepanjang 2016 ada 28 orang aparat pengadilan mulai dari hakim, panitera dan pegawai lain yang terkena OTT KPK.

"Berbagai fakta di atas menunjukkan bahwa ini bukan lagi oknum, tapi ada sistem pembinaan yang tidak berjalan di MA," ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima merdeka.com, Kamis (7/9).

Dia tidak sepakat dengan sebutan oknum karena kejadian ini terus berulang dan rentang waktu yang tidak terlalu jauh. Sehingga ada sistem yang salah. Ini juga membuktikan bahwa sistem pengawasan MA terhadap sekitar 7600 hakim dan 22.000 aparatur pengadilan serta 840 pengadilan tidak berjalan dengan baik.

"Karena itu diharapkan benar pimpinan MA dapat memimpin upaya bersih-bersih dan pembenahan internal," tegasnya.

MA harus meyakinkan publik bahwa perbuatan merendahkan profesi dan lembaga peradilan adalah perbuatan tercela. Perbuatan itu juga dinilai sebagai pengkhianatan yang mesti dicari jalan keluarnya. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP