Hadiri Forum, Megawati Ditanya Pemindahan Ibu Kota oleh Eks Pemimpin Dunia
Merdeka.com - Sebelum memulai menjadi pembicara di pembukaan DMZ Internasional Forum on the Peace Economy di Seoul, Korea Selatan, Presiden RI Kelima Megawati Soekarnoputri, sempat beramah tamah dengan para mantan pemimpin dunia.
Berdasarkan pantauan, dia terlihat tengah berbincang dengan mantan Kanselir Jerman Gerhard Schroder, mantan PM Jepang Yukio Hatoyama, Presiden pertama Mongolia Punsalmaagiin Ochirbat, serta beberapa tokoh penting lainnya dari Rusia, AS, dan Norwegia di ruang tunggu.
Menariknya, meski sama-sama akan menjadi pembicara untuk perdamaian Semenanjung Korea, pemindahan ibu kota Indonesia ke Kalimantan Timur sempat disinggung. Hal ini berawal, saat Kepala National Research Council for Economics, Humanities and Social Sciences NRC, Korsel, Seong Kyoung Ryung menanyakan kabar itu yang bertanya kabar pemerintah Indonesia akan memindahkan ibu kota negara. Megawati pun menjelaskan, bahwa pembicaraan pemindahan itu sudah lama dibahas.
"Ini langkah pertama setelah mungkin lebih dari lima tahun untuk membicarakan hal ini sebelum akhirnya diputuskan," kata Megawati yang duduk di antara mantan PM Jepang Yukio Hatoyama dan mantan Kanselir Jerman Gerhard Schroder.
Megawati pun kembali ditanya, apakah karena Pulau Jawa mengalami ancaman akan tenggelam sehingga dipindahkan. Ketua Umum PDIP itu pun menampiknya.
"Tentu saja tidak," ujar Megawati sambil tertawa dan diikuti para pemimpin dunia lain.
Menurut dia, Jakarta sudah terlalu ramai. Sehingga memang harus dipindahkan.
"Jakarta sebagai ibu kota negara sekarang crowded dan sehingga diputuskan untuk memindahkan ke Kalimantan Timur. Sepertinya butuh lima tahun untuk pindah ke Kalimantan Timur. Pemindahan itu tidaklah mudah," ungkap Megawati.
Mendengar penjelasan itu, Seong menjelaskan bahwa Korsel juga sebenarnya memindahkan pusat pemerintahan sekitar tujuh tahun lalu. "Bila diperlukan, Pemerintah Indonesia bisa belajar dari pengalaman Korsel," tambah Seoung.
Usai para tokoh beramah tamah, acara dimulai dengan sambutan melalui video Perdana Menteri Korsel Lee Nak-yon, dilanjutkan Megawati menjadi pembicara pertama yang menyampaikan pandangannya di forum itu.
Forum Internasional DMZ untuk Ekonomi Damai itu diselenggarakan oleh The Korean Institute for International Economy Policy (KIEP) dan National Research Council for Economics, Humanities, and Social Sciences (NRC). Tema forum adalah 'ekonomi damai dan kesejahteraan di Semenanjung Korea dan sekitarnya'.
Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya