Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Hadapi Pilkada dan Pilpres, Dewan Pers minta media tak berpolitik

Hadapi Pilkada dan Pilpres, Dewan Pers minta media tak berpolitik Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Dewan Pers mengeluarkan imbauan untuk seluruh media dan wartawan di Indonesia menjelang Pilkada serentak dan Pilpres 2019 mendatang. Mereka meminta agar media dan wartawan tak ikut berpolitik.

Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo menegaskan wartawan bukan bagian dari tim sukses, atau permainan politik dalam Pilkada dan Pilpres.

"Anda seharusnya jadi wasit. Jadi pengawas. Berita-berita yang anda buat itu harus seobyektif mungkin," kata Yosep dalam imbauannya, Senin (5/3).

Dewan Pers meminta wartawan yang menjadi Timses atau menjadi caleg mengajukan cuti. Atau lebih terhomat jika mengundurkan diri.

"Wartawan bekerja untuk kepentingan publik. Begitu nyaleg dia bekerja demi kepentingan partai, bukan lagi untuk kepentingan publik," kata Yosep.

Dewan Pers juga menegaskan akan mencabut status wartawan utama bagi pimpinan redaksi yang ketahuan tak netral.

Selain itu Dewan Pers juga meminta kepada petinggi partai politik yang memiliki media baik TV maupun yang lain untuk tak mempengaruhi independensi wartawan di ruang redaksi.

"Anda melakukan pelanggaran hukum dan etika jika itu terjadi," tegas Dewan Pers.

(mdk/ian)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP