Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gus Sholah: Tamasya Al Maidah tak dilarang, asal jangan intimidasi

Gus Sholah: Tamasya Al Maidah tak dilarang, asal jangan intimidasi Gus Sholah di Malang. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya warga DKI Jakarta mengakhiri perbedaan pendapat terkait calon yang dijagokan di Pilgub DKI. Apa lagi, akhir-akhir ini pendukung dari kedua calon sudah tidak sungkan saling serang.

"Itu harus kita akhiri, beda ya beda tapi tidak perlu saling menyerang, dengan cara-cara yang kasar, dengan cara yang tidak sopan," kata Gus Sholah di acara Istighosah Kubro, Jakarta, Sabtu (15/4).

Pada kesempatan itu, dia juga mengimbau kepada warga DKI untuk menghormati hasil Pilgub DKI nanti. "Siapa pun yang menang harus kita hormati," ujarnya.

Dia berharap, setelah Pilkada selesai seluruh umat di Tanah Air kembali bersatu membangun Indonesia. Semua perbedaan, kisruh dan polemik terkait Pilkada harus diselesaikan.

"Mudah-mudahan setelah Pilkada DKI Jakarta selesai," ucap dia.

Gus Sholah pun tak mempersoalkan perihal tamasya Al Maidah yang dilakukan sejumlah pihak. Menurutnya, kegiatan itu tidak salah selama semua pihak menjaga suasana damai dan tidak mengintimidasi pihak manapun.

"Itu tidak ada larangan, PDIP juga menarik anggotanya kemari, itu tidak apa, asal menjaga suasana, tidak ribut dan tidak ada intimidasi, permainan uang dan curang," pungkas Gus Sholah. (mdk/ded)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP