Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Guru Terduga Penganiaya Murid PAUD di Samarinda Kabur ke Taiwan

Guru Terduga Penganiaya Murid PAUD di Samarinda Kabur ke Taiwan Ilustrasi kekerasan pada anak. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Dn, guru wanita sekolah PAUD yang dikelola salah satu yayasan pendidikan di Samarinda, diduga kabur ke Taiwan, di tengah bergulirnya kasus dugaan penganiayaan dia terhadap muridnya, balita 4,5 tahun. Polisi berkoordinasi Kantor Imigrasi Kelas I Samarinda, untuk memulangkan Dn ke Samarinda.

Kasus itu sendiri, sudah lama dilaporkan orang tua korban dengan nomor laporan: LP/749/XI/2018/Kaltim/Resta Smd tertanggal 27 November 2018. Namun hampir 3 bulan ini, belum ada yang jadi tersangka.

Belakangan diketahui, guru Dn, berada di Taiwan. Kepolisian tidak membantah, Dn memang berada di Taiwan. Namun sejauh ini, belum ada informasi maksud dan tujuan Dn, pergi ke Taiwan.

"Iya, dia lagi di Taiwan. Kita koordinasi ke Imigrasi Samarinda, minta untuk pemulangan dia (guru Dn) kembali ke Samarinda," kata Kasubbag Humas Polresta Samarinda, Ipda Danovan, dikonfirmasi merdeka.com, Kamis (14/2).

Kendati demikian, Dannovan menepis kabar, guru Dn sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan muridnya di sekolah PAUD itu. "Statusnya masih terlapor. Penanganan kasusnya terus jalan kok," ujar Danovan.

Diketahui, kasus dugaan penganiayaan itu akhirnya mencuat ke publik, setelah kuasa hukum dari korban dan orangtuanya, mempertanyakan kelanjutan proses hukum guru Dn, terkait dugaan penganiayaan guru Dn pada 25 November 2018 lalu, gara-gara korban menolak mengeja huruf yang diminta guru Dn.

"Jadi wajah kiri dan kanan korban terlihat biru-biru setelah dijemput ayahnya. Di rumah ditanya ibunya dipukul gurunya," kata kuasa hukum keluarga korban, Juanlie Totong, Selasa (29/1) lalu.

Sedangkan, kuasa hukum yayasan, Sudjiono saat ditemui merdeka.com, mengaku terkejut kasus itu mencuat ke publik. Dia membantah, guru Dn, melakukan penganiayaan. Meski demikian, Sudjiono mengaku guru Dn sudah dipecat pihak yayasan, dan kini berada di luar kota Samarinda.

"Tapi bukan karena kasus itu. Melainkan permintaan dari keluarga korban," kilahnya.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP