Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Guru Honorer Dipecat Usai Foto Pose Dua Jari dan Pegang Stiker Prabowo-Sandi

Guru Honorer Dipecat Usai Foto Pose Dua Jari dan Pegang Stiker Prabowo-Sandi Ilustrasi Anak Sekolah. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Enam guru honorer Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 9 Kronjo, Kabupaten Tangerang, dipecat lantaran diduga melakukan pelanggaran kampanye. Enam guru honorer itu dipecat setelah kedapatan berfoto dengan pose dua jari dan pamer stiker calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga.

"Iya sudah dilakukan pemberhentian oleh kepala dinas pendidikan Provinsi Banten," kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Banten Komarudin saat dihubungi merdeka.com, Jumat (22/3).

Komarudin mengatakan, pemecatan dilakukan sehari setelah foto keenamnya viral di media sosial pada Senin (18/3) lalu. Tindakan tegas itu diberikan sesuai imbauan Gubernur Banten baik tertulis maupun lisan mengenai netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) selama penyelenggaraan Pemilu.

"Kejadian itu kan di sekolah, udah begitu walaupun non ASN mereka menggunakan atribut Pemprov Banten. Mereka digaji oleh APBD jadi harus menjaga netralitas ASN karena kalau tidak netral menciderai Pemilu," kata Komarudin.

Menurut Komarudin, dari pengakuan keenam guru honorer tersebut foto itu diambil tanpa sengaja. Namun keterangan itu masih diselidiki.

"Kalau mereka mengakui memang foto tidak sengaja, isenglah. Tapi kita meyakini itu sengaja karena pose diarahkan kemudian ada poster yang mengarah kepada salah satu calon," kata dia.

Sementara itu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Banten masih melakukan pemeriksaan terhadap enam guru honorer di SMAN 9 Kronjo, Kabupaten Tangerang, atas dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukannya.

Ketua Bawaslu Provinsi Banten Didih M Sudih mengungkapkan, pihaknya langsung melakukan penyelidikan terkait informasi foto yang viral tentang dugaan pelanggaran yang dilakukan oknum guru.

"Saat kami mendapat informasi viral, terkait gambar orang berseragam Pemprov Banten kami langsung melakukan penelusuran, kami kerahkan jajaran di tingkat bawah untuk mencari tahu siapa orang-orang tersebut dan di mana mereka melakukan itu," ujar dia.

Didih melanjutkan, dari hasil penelusuran Bawaslu diketahui enam orang dengan seragam Pemprov Banten itu adalah guru di SMAN 9 Kronjo, Kabupaten Tangerang.

honorer di tangerang pose 2 jari

"Baru kemarin Kamis (21/3) kami lakukan pemeriksaan terhadap keenamnya, di Kantor Kecamatan Kronjo," ucap dia.

Dalam pemeriksaan itu, enam orang diduga guru di SMAN tersebut baru sebatas mengklarifikasi ihwal gambar beredar viral tersebut.

"Sudah diklarifikasi di kecamatan. Selanjutnya berlanjut di kepala sekolah dan lainnya," ucap Didih.

Bawaslu ingin mengetahui status dari 6 orang diduga Guru SMA tersebut, apakah berstatus ASN atau lainnya.

"Selanjutnya, apakah ada keterlibatan peserta Pemilu, karena kalau kita melihat fotonya itu bukan hanya pose jari, tapi ada stiker pasangan calon. Artinya apakah ini by desain, atau seperti apa," ucap dia.

Jika memang ke 6 orang dalam gambar diduga guru itu adalah ASN lanjutnya, Bawaslu akan memberikan rekomendasi kepada Komite ASN untuk pemberian sanksi.

"Kedua apakah ada keterlibatan peserta pemilu, jika asa indikasi itu, maka ada Pidana bagi peserta Pemilu, sanksinya bisa berupa pidana bagi peserta Pemilu yang terlibat," kata dia.

Namun begitu, pihaknya belum memperoleh kesimpulan dari hasil pemeriksaan yang baru dilakukan kemarin. "Saat ini kita belum pada tahap kesimpulan, jadi nanti sanksi ada di kesimpulannya. Karena kemarin kami harus mencari dulu siapa orang orang ini, di mana orang-orang ini. Setelah jelas bahwa, 6 orang itu adalah guru di SMAN 9 maka kami lakukan pemeriksaan," ucap dia.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP