Guru BK di sebuah SMP Jawa barat cabuli lima muridnya
Merdeka.com - Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jawa Barat menerima laporan soal kasus kekerasan seksual dilakukan guru Bimbingan dan Konseling di salah satu sekolah menengah pertama (SMP). Ketua P2TP2A, Netty Prasetyani mengatakan, perkara itu kembali menambah rentetan kejahatan seksual dengan anak sebagai korbannya.
"Di salah satu kabupaten (di Jabar) kita sedang menangani kasus guru BK mencabuli siswinya," kata Netty di Bandung, Selasa (18/8).
Menurut Netty, korban kejahatan seksual itu berjumlah lima orang. "Tapi bukan tidak mungkin bertambah," ujar Netty.
Meski demikian, Netty keberatan merinci kasus itu. Sebab dia khawatir korban akan mengalami trauma berkepanjangan jika kasus ini diketahui orang banyak.
"Ini untuk menjaga agar mereka tidak trauma," ucap Netty.
Selain ditangani pihak berwajib, P2TP2A juga turun menangani para korban. "Ini kasusnya baru kita terima empat hari lalu, kita akan lakukan pendampingan," lanjut Netty.
Netty meminta para orangtua lebih peka lagi terhadap anak. Ketika anak murung atau menunjukkan perilaku tak biasa, sebaiknya orangtua segera bertanya pada sang anak supaya bisa ditindaklanjuti.
"Orang tua juga harus bisa memberikan pemahaman agar tidak menjadi korban kekerasan seksual baik oleh guru, teman, atau bahkan keluarganya sendiri," imbuh Netty. (mdk/ary)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya