Guru besar USU tewas setelah perahu terbelah 2 saat dihantam ombak
Merdeka.com - Guru besar Universitas Sumatera Utara (USU) Medan, Prof Retno Widiastuti, MS meninggal setelah perahu wisata yang ditumpanginya terbelah dua. Perahu yang ditumpangi tenggelam dan guru besar ini tidak bisa diselamatkan.
Menurut keterangan rekan korban, Nur Sahara Pasaribu yang ikut dalam perahu pecah tersebut, mulanya mereka hendak berangkat ke Pulau Rubiah dengan menumpang dua perahu wisata. Masing-masing dalam perahu tersebut ada 7 orang penumpang.
Rencananya, mereka yang berjumlah 14 orang hendak keliling Pulau Rubiah sambil snorkling. Namun setengah perjalanan sekira pukul 10.00 WIB mengalami cuaca buruk. Angin kencang dan ombak besar hingga menghantam perahu tumpangannya.
Nahasnya, perahu tersebut pecah dua akibat hantaman ombak hingga perahu tenggelam. Sementara dirinya dan beberapa rekan lainnya selamat ada menggunakan pelampung. Sedangkan korban mulanya masih berdiri di atas papan, namun kemudian korban tenggelam.
"Saya sama Prof satu boat, rencananya kami 14 orang ada dua perahu hendak snorkeling, kita sewa dua kapal, satu kapal 7 karena memang itu standar. Jadi waktu mau sampai ke pulau Rubiah ombak besar yang membuat kapal oleng dihantam ombak sampai pecah dua," jelas Nur Sahara Pasaribu, Kamis (12/2) di Pelabuhan Ulee Lheue.
Nur Sahara Pasaribu mengaku, korban saat itu tidak menggunakan pelampung. Karena korban memang tidak berencana untuk snorkeling. Kendati demikian, Nur Sahara Pasaribu tidak bisa lagi mengingat bagaimana korban tenggelam.
"Prof pertama masih tetap berdiri di kayu, beliau memang tidak menggunakan pelampung, kebanyakan minum air laut mungkin," terangnya.
Nur Sahara Pasaribu mengaku, setelah kejadian itu segera ada bantuan. Sedikitnya ada 3 buah kapal speed boat langsung membantu evakuasi kapal wisata yang tenggelam tersebut.
Kedatangan rombongan akademisi dari USU Medan ini mulanya hendak berlibur di Sabang. Mereka tiba di Sabang pada Rabu (11/2) sekira pukul 11.00 WIB. kemudian dia bersama rombongan lainnya sudah berkeliling Sabang.
"Kami memang berlibur di Sabang dan menginap di salah satu Bungalow di Iboh Sabang" imbuhnya.
Sementara jenazah sementara waktu disemanyamkan di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh. Rencanya jenazah langsung malam ini diberangkatkan ke Medan dengan menggunakan mobil ambulans. Sedangkan korban yang selamat sudah memesan mobil mini bus L300 ikut berangkat malam ini bersamaan dengan mobil ambulance. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya