Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Guru Besar UNJ: PR matematika tak perlu diposting di Facebook

Guru Besar UNJ: PR matematika tak perlu diposting di Facebook soal matematika. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Muhamad Erfas Maulana, melayangkan protes kepada guru SD tempat adiknya mengajar. Erfas tidak menerima, Pekerjaan Rumah (PR) yang dikerjakan adiknya mendapat nilai 20 oleh sang guru.

Erfas, yang membantu sang adik mengerjakan PR merasa bahwa jawaban adiknya itu betul semua dan seharusnya mendapat nilai 100. Dia pun memposting masalah tersebut ke akun jejaring sosial Facebook miliknya.

Menanggapi hal itu Guru Besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Arief Rachman mengatakan, hal sepele seperti itu seharusnya tidak perlu menjadi masalah di media sosial. Arief menambahkan, orang tua murid atau wali murid seharunya menguji kebenarannya dengan langsung berdiskusi bersama guru tersebut.

soal matematika

"Semua harus didiskusikan langsung oleh pihak sekolah. Bagaimana cara guru itu menilai, bagaimana memberikan nilai, mungkin kakaknya nggak ngerti caranya guru menilai," kata Arief kepada merdeka.com, Senin (22/9).

Arief mengatakan, secara ilmiah dalam melakukan evaluasi setiap orang memiliki cara sendiri untuk mendapatkan hasil dalam ilmu matematika.

Dia menganjurkan, wali murid seharusnya bertanya terlebih dahulu terhadap guru matematika lainnya sebelum melakukan protes.

"Guru matematika kan ada banyak, ada juga yang disebut kelompok guru semata pelajaran. Seharusnya orangtua murid atau wali murid bertanya dengan guru lain, dirembuk jadi bisa tahu kemungkinan mana yang keliru apakah guru apakah murid," jelasnya.

(mdk/ian)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP