Guru besar umat Khonghucu Indonesia meninggal
Merdeka.com - Haksu Tjhie Tjay Ing, guru besar, teladan, panutan, dan tokoh besar umat Khonghucu Indonesia, meninggal pada Selasa (10/5), pukul 10.45 WIB, di Kota Solo.
Saat ini, jasad pendeta senior di Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) itu masih disemayamkan di rumah duka Thiong Ting Solo.
Salah satu pendeta muda Konghuchu, Adji Chandra mengatakan, Thjie Tjay Ing meninggal karena penyakit sesak napas. "Beliau meninggal setelah penyakit sesak napasnya kambuh. Padahal sebelumnya tampak sehat sekali. Bahkan pada Senin lalu masih sempat mengikuti senam," ujar Adji, Rabu (11/5).
Adji menambahkan, usai mengikuti senam, menjelang siang Thjie mengeluh sesak napas hingga dilarikan ke rumah sakit, tetapi tak tertolong nyawanya.
"Beliau meninggal dalam perjalanan dalam usia 81 tahun," kata Adji.
Menurut Adji, selama ini, Thjie Tjay Ing dipandang sebagai tokoh senior di kalangan umat Konghucu. Dia didaulat menjadi Ketua Dewan Kerohanian Matakin. Sehingga Thjie juga merupakan pimpinan bagi umat Konghucu di Indonesia.
"Beliau itu tokoh yang tidak kenal lelah memperjuangkan diakuinya Konghucu sebagai agama resmi di Indonesia," ucap Adji.
Adji mengatakan, pada saat memperjuangkan agamanya, Thjie juga mengalami pencekalan berulangkali. Perjuangan Thjie baru bisa terwujud pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid.
Umat Konghucu di Indonesia, imbuh Adji, merasa sangat kehilangan atas wafatnya Thjie. Sebab, Indonesia hanya memiliki 20 orang pendeta dengan tingkatan Haksu.
"Jenazah beliau akan dikremasi pada Senin pekan depan dan abunya akan disimpan di Taman Memorial Delingan, Karanganyar," tutup Adji. (mdk/ary)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya