Guru & Murid SD di Salatiga Positif Covid-19, Belajar Tatap Muka Dihentikan Sementara
Merdeka.com - Pemerintah Kota Salatiga menghentikan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di satu Sekolah Dasar (SD). Keputusan itu menyusul adanya 11 orang terpapar Covid-19 di sekolah tersebut di antaranya guru dan pelajar.
"Kita putuskan hentikan pembelajaran tatap muka dua minggu atau kurang lebih 14 hari. Kasus penularan Covid-19 terjadi lantaran terdapat seorang guru usai pulang dari tugas luar kota," kata Wali Kota Salatiga, Yuliyanto, Selasa (7/12).
Dia menyebut guru yang diketahui positif Covid-19 tersebut sempat masuk kerja untuk melaksanakan pengawasan Penilaian Akhir Semester (PAS). Namun karena kondisi tidak enak badan, guru tersebut izin ke kepala sekolah untuk pulang dan diminta cek PCR.
"Hasil tes PCR guru pada tanggal 1 Desember hasilnya diketahui positif. Saat ini kondisinya sedang karantina mandiri di rumah," ungkapnya.
Mengetahui kondisi guru terpapar Covid-19, pihaknya koordinasi dengan Dinkes langsung menggelar tes kesehatan secara menyeluruh bagi guru lainnya yang terlibat kontak erat. Ada 15 tenaga kependidikan terutama guru dan staf SD yang dites PCR dan wajib isolasi mandiri di rumah.
"Kita melokalisir agar penyebaran tidak meluas dan semua pasien dapat pulih," ujar dia.
Dia mengimbau kepada masyarakat Salatiga supaya tanggap dengan kondisi kesehatannya untuk mencegah penyebaran Covid-19.
"Jika kondisi tubuh sedang tidak sehat, langsung periksa sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19," pungkasnya.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya