Gurih bisnis pesta seks gay di Atlantis
Merdeka.com - Terbongkarnya pesta seks gay di tempat kebugaran Atlantis, Kelapa Gading, Jakarta Utara, menunjukkan gurih bisnis prostitusi. Pengelola menghadirkan pelayanan berbeda dari biasanya meski tetap bergerak di bidang prostitusi. Namun, siapa sangka justru ini menjadi ceruk menarik bagi pengelola meraup pundi-pundi.
Para pengunjung semuanya merupakan pria mempunyai kelainan seksual. Mereka lebih tertarik dengan sesama jenis atau biasa disebut gay. Adanya prostitusi jenis ini tentu mengagetkan banyak pihak. Sebab, biasanya prostitusi seringnya menghadirkan kaum wanita dengan pelanggan para pria hidung belang.
Kepolisian menyebut memang bisnis bagi kaum sesama jenis menggiurkan. Dari hasil penggerebekan 141 orang dalam pesta seks gay di Atlantis, sudah menunjukkan bahwa pengelola mampu meraup banyak untung. Omzet per bulan bahkan tercatat tembus lebih dari Rp 100 juta.

Angka itu bisa diperoleh pengelola hanya waktu tiap akhir pekan selama sebulan. Terhitung bila jumlah pengunjung mencapai 100 orang dan dikenakan biaya Rp 185.000 per orang. Jumlah tersebut belum ditambah dengan penjualan makanan dan minuman ataupun sewa ruangan untuk mendapat kepuasan. Apalagi di dalam lokasi ruko empat lantai itu memiliki berbagai macam fasilitas.
"Orang yang datang bayar Rp 185 ribu kita kalikan saja, kita kalikan saja 30 hari akan ketahuan, di samping omzet penjualan minuman," kata Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Dwiyono di Jakarta, Selasa kemarin.
Meski terbilang acara mereka secara selalu tersembunyi, namun tetap saja ramai dihadiri para penikmatnya. Biasanya para pengunjung tahu bakal diadakannya gelaran pesta seks berdasarkan undangan khusus dikirim melalui pelbagai aplikasi layanan komunikasi.

Pengelola sudah tahu mana saja pelanggan setia menghadiri pesta seks di Atlantis. Sebab, nomor pengunjung biasanya telah disimpan. Sehingga mereka nanti tinggal menyebar pesan berantai kepada para pelanggan. Alhasil, para pengunjung hadir tiap gelaran acara tidak pernah sedikit.
"Mereka yang pernah datang kemari dicatat identitasnya, kemudian dicatat nomor handphone kemari dicatat ID sama handphone lalu pada saat ada event mereka langsung mem-broadcast tamu yang pernah kemari," terangnya.
(mdk/ang)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya