Gunung Sinabung erupsi, lemparkan abu vulkanik setinggi 3.200 meter
Merdeka.com - Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, terus menunjukkan aktivitas vulkanik yang tinggi. Senin (20/11) sekitar pukul 08.20 WIB, erupsi kembali terjadi.
"Tinggi kolom abu mencapai 3.200 meter, tidak disertai dengan guguran lava dan luncuran awan panas," kata Armen Putra, Kepala Pos Pemantau Gunung Api Sinabung.
Saat erupsi terjadi puncak Gunung Sinabung terlihat jelas. "Cuaca cerah, dan angin mengarah ke timur-tenggara bahkan ke barat," jelas Armen.
Erupsi masih dapat terjadi Gunung Sinabung. Status gunung api itu tetap di level IV atau awas. Masyarakat diimbau untuk tetap mengikuti arahan dari pihak terkait dan menghindari zona merah.
Gunung Sinabung sudah mengalami erupsi lebih dari 2.300 kali sejak September 2013. Berdasarkan catatan pos pemantau, erupsi tertinggi terjadi pada 2013. Saat itu tinggi kolom abu mencapai 11 kilometer.
Aktivitas Gunung Sinabung secara langsung telah menelan korban jiwa sebanyak 28 orang. Para korban terpapar awan panas atau lahar.
Sejarah Gunung Sinabung sebelumnya tidak tercatat sejak tahun 1600-an. Setelah ratusan tahun, letusan pertama terjadi pada 27 Agustus 2010. Erupsi hanya berlangsung hingga September.
Tiga tahun kemudian, pada September 2013, Gunung Sinabung kembali erupsi dan menunjukkan aktivitas vulkanik yang tinggi hingga saat ini. Sejak 2 Juni 2015, status gunung ini dinaikkan ke level IV atau awas.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya