Gunung Merapi Kembali Erupsi, Boyolali Dilanda Hujan Abu
Merdeka.com - Gunung Merapi yang ada di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (3/3) pagi kembali mengalami erupsi. Dilansir dari akun media sosial, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), erupsi terjadi pukul 05.22 WIB.
Tinggi kolom akibat erupsi tersebut mencapai 6 kilometer dengan durasi 450 detik. Sedangkan guguran letusan l mengarah ke arah Kali Gendol. Dampak letusan juga dirasakan warga Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Hujan abu masih terjadi hingga pukul 07.30 WIB. Tak hanya di lereng Merapi, hujan abu juga dirasakan di pusat kota, kemudian di Kecamatan Pengging hingga Sawit.
Irfan Romadhoni (30), warga Dukuh Sidomulyo RT 05 RW 02 Desa/Kecamatan Musuk, Boyolali menuturkan dirinya mengetahui erupsi Merapi sekitar 05.35 WIB. Kepulan asap membumbung sangat tinggi, lebih tinggi dari erupsi-erupsi sebelumnya. Tak lama kemudian terjadi hujan abu.
"Ini masih hujan abu, saya di dalam rumah. Tadi sekitar jam 5.35 hujan abu. Saya lihat kepulan asap di puncak Merapi sangat tinggi," ujar Irfan kepada merdeka.com.
Menurut dia, warga di desanya masih beraktifitas seperti biasa. Selain menggunakan pelindung kepala, sebagian warga juga mengenakan masker.
"Warga tetap ke tegal (ladang) mas, bertani. Kita sudah biasa menghadapi situasi seperti ini," katanya.
Hujan abu juga dirasakan warga di pusat kota Boyolali. Seperti diungkapkan Sri Purwanto, warga Kampung Sidomulyo, Kelurahan Pulisen, Boyolali. Menurutnya, hujan abu terjadi sekitar pukul 7.00 WIB.
"Hujan abu sudah terjadi sejam lalu. Ini masih belum berhenti. Ini pada pakai masker mas," katanya.
Status Gunung Merapi hingga kini masih di level 2 yaitu waspada, meski sudah beberapa kali mengalami erupsi. Status ini tidak ditingkatkan sejak ditetapkan 21 Mei 2018.
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya