Gunakan joki, 43 peserta UM UGM ditangkap polisi
Merdeka.com - Sedikitnya 43 peserta ujian masuk (UM) Fakultas Kedokteran Internasional Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta diduga terlibat praktik perjokian. Mereka pun ditangkap dan digelandang ke Mapolres Sleman, DIY.
Mereka tertangkap tangan setelah terindikasi melakukan kecurangan ketika mengerjakan tes seleksi masuk perguruan tinggi ternama itu.
Puluhan peserta ujian itu diketahui telah membawa alat komunikasi yang terkoneksi dengan operator, saat mengikuti ujian Tes Potensi Akademik (TPA) dan Bahasa Inggris, di Kampus UGM, Bulak Sumur, Sleman, Yogyakarta.
"Dari 43 calon mahasiswa yang diinterogasi, satu di antaranya berinisial IS, diduga sebagai joki yang mengendalikan semua kunci jawaban ujian. Tapi masih kami dalami. Dari keterangan IS, mereka akan mengeluarkan sejumlah uang jika dinyatakan lulus. Rata-rata tiap peserta tes, ditarif sekitar Rp 5 juta sampai Rp 10 juta," ungkap Kasatreskrim Polres Sleman, AKP Widy Saputro saat dikonfirmasi merdeka.com Jumat (13/7).
Widy menjelaskan penggunaan alat untuk menyontek oleh calon mahasiswa tersebut berupa ponsel yang ditempelkan di badan puluhan peserta yang diamankan.
"Ponsel yang tertempel di tubuh mereka itu kemudian dihubungkan ke tangan calon mahasiswa. Sementara untuk calon mahasiswi, ponsel dihubungkan melalui headset. Jadi ketika tombol ditekan pengendali, semua jawaban akan sama," jelas Widy.
Polisi sendiri sampai berita ini diturunkan masih melakukan pemeriksaan dan menginterogasi terhadap puluhan peserta ujian. Belum diketahui jelas apakah mereka korban atau para joki itu sendiri.
Polisi juga belum bisa menggali lebih dalam serta memastikan siapa otak dan tokoh pelaku perjokian yang telah memfasilitasi dan mengatur peralatan menyontek yang dilakukan secara massal dengan sistem online tersebut.
"Kami masih menggali dari yang satu terduga yang berinisial IS asal Surabaya ini," pungkas Widy. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya