Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gubernur Wahidin Halim: Tahun Ajaran Baru di Banten Terpantau Lancar

Gubernur Wahidin Halim: Tahun Ajaran Baru di Banten Terpantau Lancar Gubernur Banten Wahidin Halim. Liputan6 ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Gubernur Banten Wahidin Halim menyatakan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hari pertama di wilayah Provinsi Banten berjalan lancar.

"Saat ini tahun ajaran baru di Banten terpantau lancar," kata bekas Wali Kota Tangerang, yang akrab disapa WH ditemui di SMKN 4 Kota Tangerang usai menggelar rapat online bersama seluruh Kepala SMA di Banten, Senin (13/7).

Wahidin menerangkan, tahun ajaran baru 2020/2021 di tengah Pandemi Covid-19 ini, proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Menengah Atas Negeri (SMA/K) di Provinsi Banten juga berjalan lancar.

"PPDB SMA berjalan lancar, tanpa ada kendala berarti. Untuk tahun ajaran baru ini, KBM memang masih menggubakan sistem daring. Karena kita masih PSBB," ucap dia.

Dengan perpanjangan masa PSBB jilid 6 ini, para siswa belum diperkenankan untuk datang belajar di sekolah sampai waktu yang telah ditentukan.

"Orientasi siswa baru lewat online. Ini baru masa MPLS, pengenalan dulu juga secara online, kami masih melakukan evaluasi bersama para Kepala Sekolah, untuk langkah-langkah dan tindakan selanjutnya," ungkap dia.

Dalam rapat tersebut, Kepala SMKN 9 Kota Tangerang, Asep, meminta agar ada kemudahan bagi sekolah kejuruan dalam melaksanakan belajar tatap muka. Sebab, pembelajaran tatap muka lebih banyak menyelenggarakan praktik.

"Kami kan sekolah kejuruan, bagaimana nanti praktiknya. Usul kalau boleh anak-anak bisa datang ke sekolah. Belajar tapi dibatasi jumlahnya," ucap Asep.

Menjawab usulan tersebut, Wahidin meminta sekolah untuk kreatif dalam merumuskan model belajar selama pandemi. Terutama, upaya pencegahan dan kebersihan dalam belajar atau saat melakukan praktik.

"Itu tergantung kreativitas sekolah bagaimana penerapannya. Kalau saya mengizinkan, tapi harus ada protokol kesehatan yang ketat. Misalnya hanya ada 10 siswa saja yang masuk kelas. Kemudian sediakan masker, cuci tangan, hand sanitizer dan pengukur suhu tubuh. Alat transportasinya juga harus diperhatikan dengan baik," imbuh Wahidin.

(mdk/ray)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP