Gubernur Sumbar Sebut Pemudik Turun 30 Persen saat Penerapan PSBB
Merdeka.com - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno mengklaim adanya penurunan jumlah pemudik ke Tanah Minang saat diterapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Menurutnya, penurunan ini mencapai 30 persen.
"Setelah PSBB ada pengaruh 30 persen tidak pulang kampung," kata Irwan di Gedung BNPB Jakarta Timur, Selasa (26/5).
Menurutnya, dirinya telah menginstruksikan pembatasan selektif kepada pemudik sebelum PSBB diterapkan pada 31 Maret lalu. Pihaknya telah mendirikan pos dalam pembatasan selektif kepada pemudik.
"Kami sudah meletakan posko-posko didukung TNI-Polri di 9 perbatasan darat dan 1 di airport dan 1 di laut itu berjalan pada waktu itu karena kami tak ada payung hukum maupun Permenhub 25, jadi kita minta isolasi mandiri selama 14 hari kalau pemudik tiba di Sumbar," kata Irwan.
Lalu, kata Irwan, pada 22 April 2020 pihaknya menerapkan PSBB. Setelah itu, pemprov langsung melakukan pengecekan dan sosialisasi kepada para perantau soal imbauan larangan mudik.
"Lisan atau confrence imbauan itu juga efektif meski tak banyak yang pulang. Itu total 13.751 kemudian setelah 24 April, Permenhub 25 larang mudik sudah hampir sedikit sekali," tegas Irwan.
Menurutnya, mereka yang masuk pada 24 Mei adalah perantau yang melanggar aturan mudik. Sebab, diduga warga yang pulang kampung masuk dengan cara tak sesuai aturan.
"Totalnya 4 ribu yang nyelonong yang maksa masuk saat dini hari ketika posko kita gantian sahur dia lari kencang 1 rombongan 10 mobil. Jadi kami tak bisa stop sampai 24 Mei jelang Lebaran itu sampai 300 kendaraan luar biasa. Itu kondisinya memang kita upayakan hambat batasi dan larang pulang supaya tak masuk import case di Sumbar," kata Irwan.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya