Gubernur Rusdy Minta Investor Bantu Pemprov Sulteng Tangani Covid-19
Merdeka.com - Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Rusdy Mastura meminta kepada seluruh investor yang berusaha di wilayah itu untuk membantu pemerintah setempat dalam menangani COVID-19.
"Kepada seluruh perusahaan yang berinvestasi di Sulteng untuk membantu penanganan COVID-19," ucap Gubernur Sulteng Rusdy Mastura, di Palu, Senin (9/8).
Rusdy Mastura menyampaikan bahwa saat ini masyarakat Sulteng sedang dalam kondisi susah akibat adanya COVID-19. Karena itu, ia menyebut perlu adanya gotong royong semua pihak untuk percepatan penanganan COVID.
Gubernur menguraikan untuk wilayah Kabupaten Banggai, Banggai Laut dan Banggai Kepulauan, ia meminta kepada PT Donggi Senoro LNG dan Panca Amara untuk bersinergi dengan pemerintah tiga kabupaten tersebut dalam penanganan COVID-19.
Sementara untuk Kabupaten Poso, Gubernur meminta kepada perusahaan Kalla Group melalui Poso Energi untuk membantu Pemerintah Kabupaten Poso. Begitu juga untuk Kota Palu, gubernur meminta kepada PT CPM sebagai salah satu perusahaan Bakrie Group untuk membantu Pemerintah Kota Palu menangani COVID-19.
"Demikian juga dengan daerah lain, seperti Kabupaten Parigi Moutong dan kabupaten lainnya," sebut gubernur.
"Kalau kita bergotong royong memikul beban ini, pasti bisa ringan," katanya.
Rusdy Mastura juga meminta kepada bupati dan kepala desa se-Sulteng agar menyiapkan tempat isolasi terpusat di masing-masing wilayah.
"Pemerintah propinsi juga akan memaksimalkan seluruh gedung pemerintah untuk tempat isolasi terpusat, seperti penggunaan rumah jabatan Gubernuran Siranindi, rumah jabatan sekda provinsi, LPMP, dan gedung BPSDM," ucapnya.
Gubernur juga meminta kepada bupati/wali kota dan semua pihak untuk sukseskan pelaksanaan vaksinasi.
"Kalau ada vaksin langsung dihabiskan dan terus laporkan ketersediaan vaksin dan kebutuhan ke Jakarta agar pengiriman vaksin jangan sampai terlambat," ujarnya.
"Bupati dan wali kota serta pemangku kepentingan terkait segera mendistribusikan cadangan beras yang ada di Bulog 100 ton/kabupaten dan kota, dan bermohon kepada gubernur kalau masih ada kekurangan," ujarnya.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya