Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo diadang petani dan warga Demak

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo diadang petani dan warga Demak Ganjar di Demak. ©2017 Merdeka.com/parwito

Merdeka.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melakukan Road Show atau kunjungan kerja di Demak, Jepara, Pati dan Rembang, Jawa Tengah. Saat melintas jalur alternatif di Desa Waru, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Ganjar diadang beberapa petani setempat. Mereka memasang spanduk bertuliskan 'Pak Gubernur Tolong Segera Dinormalisasi Sungai Ini karena Sering Banjir'.

Melihat pemandangan bernada protes itu, Ganjar yang berada di dalam mobil mini bus abu-abu bernopol H 1 langsung menghentikan rombongan. Ganjar turun dari mobil dan menemui para petani.

"Ono opo ki (ada apa ini)? Ono opo (ada apa)?" ungkap Ganjar begitu turun dari mobil.

"Banjir pak. Kalau hujan sungainya harus dilebarkan atau dinormalisasi," terang Murodi (64) warga setempat.

ganjar di demak

Murodi menceritakan sudah 20 tahun lebih kondisi ini terus terjadi. Saban kali hujan, air Sungai Kalimas selalu meluap ke jalan dan menyebabkan banjir hingga ke perumahan warga. Ketinggian banjir jika sungai meluap ketinggian banjirnya bisa sampai antara 30 sampai 60 sentimeter. Warga berharap Pemprov Jateng melakukan normalisasi sungai agar tidak banjir.

"Kalau sungai meluap, dua desa di tempat kami yaitu Desa Waru dan Desa Waru Kalimas mesti terkena banjir. Saya wong cilik kan yang penting dapat bantuan, banjir diatasi sama Pak Ganjar. Soalnya kalau banjir mau kemana-mana kangelan (kesulitan)," ungkapnya.

Mendengar keluhan warga, Ganjar yang ditemani Wakil Bupati Joko Sutanto langsung mencari perangkat desa setempat aambil memantau kondisi aliran sungai yang ada di kanan kiri jalan.

"Nah itu kondisinya seperti itu. Ndak ada airnya. Gimana? Warga desa gerakke to," ungkap Ganjar kepada Karnadi Kepala Urusan (Kaur) Pemerintahan dan Umum Desa Waru, Kecamatan Mranggen, Demak.

ganjar di demak

Ganjar kemudian memerintahkan perangkat desa itu untuk menghubungi Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juwana.

"Kapan?" tanya Ganjar.

"Secepatnya pak," jawab Karnadi.

"Secepatnya ra cetho. Besok jumat yo, Jumat neng Pemali Juwana. Aku dilapori ya. Cobo mengko, disik kowe opo aku nyambut gawane (Secepatnya nggak jelas. Besok Jumat ya. Jumat ke BBWS Pemali-Juawan. Kasih laporan ke saya. Lihat nanti, duluan kamu atau saya kerjanya," ucap Ganjar.

Saat melihat Karnadi mengeluarkan telepon genggam (ponsel), Ganjar langsung memberi perintah khusus pada Karnadi.

"HPmu apik to? Mengko ono kegiatan opo-opo pembangunane difoto (HP-mu bagus kan? Nanti kalau ada kegiatan apa-apa, pembangunannya tolong difoto). Kirim ke aku," ungkap Ganjar.

Ganjar mengatakan, banjir terjadi akibat kondisi sungai tidak layak. Apalagi, terjadi penyempitan sungai yang berada di kanan kiri jalan.

"Pemali Juawana BBWS nanti yang membereskan. Penyempitan, nggak banyak. Karena nggak tahu proses ngurusnya, akhirnya masyarakat buat sendiri. Ini menunjukkan kalau proses politik penyampaian aspirasi belum ke bawah," jelas Ganjar.

Ganjar berjanji proyek pembangunan dan normalisasi sungai akan dilakukan tahun depan. Dia berjanji membantu merealisasikan aspirasi warga.

"Mereka akan siap-siap karena anggarannya sudah didog. Proses menyampaikan aspirasi kayak gini mereka (petani dan warga) harus tahu. Saya minta Kades dan Kaur untuk ke PU (Pekerjaan Umum) atau langsung ke BBWS. Saya ingin mereka bisa terlibat. Tapi saya bantu," ucapnya.

ganjar di demak

Meski diadang warga dan petani, Ganjar justru mengaku senang. Alasannya, penuh kesadaran warga peduli pada lingkungan dan menyampaikan secara terbuka dan jujur. "Saya senang, masyarakat di sini peduli dengan kondisi lingkungannya," ujarnya.

Tak jauh dari lokasi itu tepatnya di Jalan Raya Karangawen-Mranggen, Demak, Ganjar sempat menghentikan rombongan. Ganjar kaget karena banyak ruas jalan berlubang dan digenangi air. Begitu Ganjar datang, tiba-tiba ada serombongan pekerja dengan kaos warna oranye langsung mencangkul beberapa bagian tanah di badan jalan untuk kemudian ditimbun di beberapa genangan air.

Ganjar mendapat penjelasan bahwa pengerjaan proyek jalan belum dilakukan karena tender atau lelang proyek belum diputuskan. Politisi PDIP ini meminta Bina Marga Jateng untuk memberikan penjelasan kepada para pemakai jalan.

"Tulung segera mas, tindakan sementara dulu. Terus tulisi mas. Ini akan dikerjakan 2017. Sekarang lagi proses lelang," tutupnya.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP