Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gubernur Jabar tak mau lagi dengar ada kekerasan di IPDN

Gubernur Jabar tak mau lagi dengar ada kekerasan di IPDN Gubernur Aher tiba di Bandung. ©2015 merdeka.com/Andrian Salam Wiyono

Merdeka.com - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyesalkan kekerasan di kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Apalagi ini bukan pertama kali. Yang teranyar, praja IPDN diduga melakukan pemukulan terhadap dua taruna Akademi Militer saat melakukan kunjungan pada pertengahan November 2015 lalu. Kasus ini berujung pemecatan lima praja.

"Cukup ya, jangan sampai ada lagi. Enggak dibenarkan itu," kata pria yang akrab disapa Aher itu, kepada merdeka.com, di Gedung Sate, Senin (30/11).

Aher yang terlihat kesal tak mengira sekolah praja tersebut kembali melakukan kekerasan. Proses revolusi yang saban tahun digulirkan ternyata tak dimaknai sepenuhnya.

"Aya-aya deui (ada lagi ada lagi). Dikira dah cageur (dikira sudah benar)," terangnya.

Apapun alasannya, lanjut dia kekerasan dalam pendidikan itu tidak boleh terjadi. Karena tidak ada ajaran yang memperbolehkan hal demikian. "Alasan pendidikan enggak boleh itu. Justru pendidikan itu mengajarkan kita untuk tidak ada kekerasan," tandas dia.

Kekerasan yang terjadi di IPDN terhadap taruna Akmil dilakukan pada pertengahan November lalu. Latar belakang pemukulan lantaran ada taruna Akmil yang melakukan foto di tangga seribu. Tangga tersebut dianggap sakral oleh sejumlah praja di sana. Akibatnya lima praja di IPDN sudah dipecat dari kesatuannya.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP