Gubernur Aher minta masyarakat tak beli cemilan Bihun Bikini
Merdeka.com - Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menanggapi camilan bihun kekinian (Bikini) yang menampilkan kemasan vulgar. Politisi PKS itu menyebut, bahwa kemasan itu sarat muatan pornografi sehingga meminta masyarakat tidak membeli.
"Itu tidak senonoh. Merusak moral kita di mana kita sedang membangun karakter bangsa dan revolusi mental. Pada masyarakat jangan iseng-iseng beli-lah ya," kata pria yang akrab disapa Aher ini di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (5/8).
Dia melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) sudah menginstruksikan untuk mencari tahu produsen camilan tersebut. Sebab dalam kemasan tertera, camilan bihun yang dibanderol Rp 15 ribu itu diproduksi di Bandung.
"Meskipun saya sudah telusuri lewat Indag (Industri Perdagangan) katanya sudah enggak ada. Hilang, mungkin coba tes pasar, malah rame. Sudah dicari juga, ditelepon enggak dijawab, enggak direspon," terangnya.
"Dikejar di tempat yang mungkinkan ada, ternyata enggak ada. Di lapangan kita ga temukan. Online juga sudah ga ada. Mudah-mudahan ini selesai dengan sendirinya," ucapnya menambahkan.
Dia menambahkan, bahwa camilan yang diproduksi Camilindo memang tidak mengantongi izin dari BPOM, dan MUI. Sehingga jika ada yang menjual barang ilegal bisa dilaporkan pada aparat berwenang.
"Itukan enggak ada izinnya. Kalau barang ilegal laporkan saja. Itu ditarik. Tapi sampai hari ini ketika turunkan tim di lapangan enggak ada. Terus online juga sudah enggak ada. Jadi mudah-mudahan selesai dengan sendirinya," ujarnya.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya