'Gories dan Diaz tak ada embel-embel stafsus intelijen & sosial'
Merdeka.com - Juru Bicara Kepresidenan, Johan Budi, menegaskan Gories Mere dan Diaz Hendropriyono, sebagai staf khusus baru Presiden Joko Widodo tak mendapatkan tugas membidangi intelijen dan sosial. Dipastikannya, penugasan keduanya tergantung keinginan Presiden Jokowi.
"Pak Gories Mere dan Pak Diaz sebagai Staf Khusus Presiden tidak ada embel-embel bidang sosial atau bidang intelijen. Tetapi di dalam tupoksinya, tentu tergantung Presiden memberikan penugasan," kata Johan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (12/7).
Johan mencontohkan dalam Keppres pengangkatan Staf Khusus memang tak tercantum penugasan khusus. Dia mencontohkan, saat diangkat menjadi Staf Khusus Presiden juga tak dicantumkan secara spesifik ihwal bidang yang menjadi tugas seorang Staf Khusus.
"Saya misalnya, kemudian Ari Dwipayana dan Sukardi Rinakit (Staf Khusus Presiden) di dalam masing-masing Keppres itu ada penugasan yang dibebankan Presiden langsung kepada staf khusus itu. Jadi tidak ada bentuknya staf khusus Presiden bidang intelijen atau sosial, tidak seperti itu," ujarnya.
Johan menjelaskan, alasan keduanya diangkat menjadi Staf Khusus dikarenakan Presiden Jokowi ingin meminta masukan seputar bidang yang dikuasai oleh keduanya.
"Presiden mengangkat mereka tentu ingin memberi masukan yang berkaitan dengan tugas-tugas Presiden terkait dengan kemampuan Pak Gories dan Pak Diaz," katanya.
Sementara itu, Mantan Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu enggan membeberkan alasan keduanya dipilih Presiden Jokowi menempati jabatan di lingkaran Istana tersebut.
"Tentu Presiden punya pertimbangan khusus dan mengangkat keduanya dari perjalanan karir Pak Gories dan Pak Diaz tentu ada hal-hal yang menurut Presiden diperlukan masukan-masukannya," katanya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya