Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

'Golkar yang besar saja diacak-acak apalagi media Islam'

'Golkar yang besar saja diacak-acak apalagi media Islam' Pengelola situs Islam protes BNPT. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Pemimpin Redaksi dakwatuna.com, Samin Barkah meminta penjelasan dari pemerintah atas pemblokiran media Islam yang dikelolanya. Pihaknya tidak pernah mendapat pemberitahuan alasan pemblokiran tersebut.

"Tidak ada pemberitahuan, ibaratnya enggak ada asap enggak ada apa-apa. Tunjukkan oleh pemerintah, mana yang mengajarkan paham radikal," kata Samin saat dihubungi merdeka.com, Selasa (31/3).

Menurutnya, Pemerintahan Joko Widodo telah melakukan penindasan kepada rakyat kecil lewat kebijakan pemblokiran situs Islam ini. Pemblokiran tersebut dinilai sebagai tanda pemerintah memiliki sifat otoriter.

"Penguasa sekarang ini zalim. Golkar yang besar saja diacak-acak apalagi media Islam yang kecil," terang dia.

Dia mengungkapkan di era demokrasi ini paham apa pun boleh berkembang di dunia. Namun, jika berhubungan dengan pers harus mematuhi kode etik jurnalistik.

"Siapa pun boleh bahkan komunis silakan, kami muslim nyebarin nilai-nilai Islam, kalau mau tanding silakan saja tapi kode etik dijaga. Apa kebebasan pers mau balik lagi mundur, mungkin sekarang media Islam bisa jadi nanti media massa nasional mengkritik pemerintah yang diblokir," pungkas dia.

(mdk/efd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP