Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Golkar duga aksi penyerangan pemuka agama diorganisir pihak tertentu

Golkar duga aksi penyerangan pemuka agama diorganisir pihak tertentu Melchias Markus Mekeng. ©2017 Merdeka.com/Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - DPP Partai Golkar mengutuk aksi persekusi kepada para pemuka agama dalam 2 pekan terakhir. Teranyar, Gereja Santa Lidwina di Sleman, Yogyakarta diserang oleh pria yang diduga merupakan seorang mahasiswa berinisial S. Akibat serangan ini, seorang Romo bernama Karl Edmund Prier, tiga jemaat dan seorang polisi menjadi terluka.

Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu untuk wilayah Indonesia Timur, Melkias Marcus Mekeng menilai pelaku persekusi itu tidak memiliki iman dan keyakinan. Mekeng menduga aksi teror dan kekerasan kepada pemuka agama telah diorganisir oleh pihak tertentu.

"Yang jelas, mereka telah menciptakan rasa tidak aman. Kita tidak boleh kalah dengan preman. Karenanya harus ada upaya konkret dari pemerintah. Karena ini saya yakin peristiwa ini dilakukan oleh pihak-pihak yang terorganisir. Saya minta polisi membongkar dengan cepat," di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (12/2).

Sebagai institusi partai politik, kata Mekeng, Golkar berkewajiban membantu menjaga rakyat Indonesia agar bisa hidup aman dan saling menghargai tanpa melihat latar belakang suku, agama, ras.

"NKRI sudah final dan ini buat Partai Golkar sebagai partai tengah, kami berkewajiban untuk menjaga semua rakyat di Republik Indonesia," tegasnya.

Ditambahkannya, semua pemangku kepentingan baik Presiden Joko Widodo, DPR, hingga aparat kepolisian juga diminta mencegah segala aksi yang dapat memecah belah bangsa.

"Kami minta juga kepada seluruh stakeholder di Republik Indonesia ini bapak Presiden, DPR juga dan stakeholder lain untuk melihat ini sebagai suatu kemungkinan atau gerakan yang ingin memecah belah kita. Kita tidak boleh pecah, negara kita sudah besar dengan 250 juta rakyat," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar untuk Wilayah Sulawesi II (Sulteng, Sultra), Ali Mochtar Ngabalin menganggap aksi persekusi terhadap para pemuka agama menciderai kerukunan dan kebersamaan antar umat beragama.

"DPP Partai Golkar mengutuk keras tindakan yang dilakukan oleh siapapun di negeri ini. Wallahi kami sebagai pemuka agama, sebagai pemimpin ormas Islam merasa terganggu dengan tindakan ini dan itu mencederai kami sebagai orang Islam," ucapnya.

Ali menegaskan pihaknya mendesak Kepolisian segera mengungkap dalang pelaku kekerasan terhadap para pemuka agama. Peristiwa persekusi semacam itu, kata Ali, merupakan upaya pihak-pihak tertentu untuk memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Kami minta kepada seluruh stake holder untuk melihat ini sebagai sesuatu yang kemungkinan berupaya untuk memecah belah NKRI," tegasnya.

Menurutnya, aksi kekerasan terhadap pemuka agama adalah tindakan keji dan tidak berprikemanusiaan. Bahkan, kata Ali, pelaku kekerasan terhadap pemuka agama tidak pantas hidup di Indonesia.

"DPP Partai Golkar kami mengutuk tindakan ini sungguh sangat keji dan tidak punya perikemanusiaan atas tindakan dan langkah dan upaya-upaya kelompok atau siapa saja agar tidak layak hidup di negeri ini," ujar Ali.

Diberitakan sebelumnya, aksi penyerangan terhadap tokoh agama terjadi sejak akhir Januari lalu. Aksi pertama terjadi di Pondok Pesantren Al Hidayah Cicalengka, Kabupaten Bandung. Saat itu, yang menjadi korban adalah Pimpinan Ponpes KH Umar Basri (Mama Santiong). KH Umar dianiaya usai Shalat Subuh di masjid.

Peristiwa kedua terjadi pada Komando Brigade PP Persis, Ustaz Prawoto. Ustaz Prawoto meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit akibat dianiaya seorang pria yang diduga mengalami gangguan jiwa pada Kamis (2/1) pagi.

Kemarin, Minggu (11/2), penyerangan terjadi di Gereja Santa Lidwina, Sleman, DIY. Gereja tersebut diserang pria tak dikenal yang mengakibatkan seorang pastor dan sejumlah jemaat mengalami luka-luka.

(mdk/ded)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP